Dark/Light Mode

Lestari Dorong Perkuat Sistem Pembelajaran Adaptif Hadapi Ancaman Bencana

Selasa, 25 Agustus 2026 08:49 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: MPR RI
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: MPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan, mekanisme pembelajaran yang adaptif di sejumlah wilayah penting untuk menjamin keberlangsungan pendidikan di tengah ancaman bencana alam yang melanda di tanah air.

"Indonesia adalah kawasan rawan bencana. Pembangunan sistem pendidikan yang responsif terhadap ancaman bencana harus diwujudkan, bukan sekadar reaksi sesaat," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8/2026).

Rentetan bencana alam yang melanda Indonesia dalam sepekan terakhir, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan hingga gempa bumi dahsyat di Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menguji ketahanan sektor pendidikan nasional.

Baca juga : Seskab Teddy Pastikan Logistik Bencana Sampai ke Masyarakat, Pengamat Apresiasi

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pun menerbitkan protokol pembelajaran darurat di sejumlah wilayah terdampak bencana tersebut.

Menurut Lestari, tantangan yang harus segera dijawab adalah bagaimana teknis pelaksanaan pembelajaran darurat itu sehingga proses belajar mengajar tetap berlangsung dan hak anak tidak terampas di tengah krisis.

Sejatinya, tegas Rerie, sapaan akrab Lestari, data yang ada saat ini menunjukkan urgensi untuk menghadirkan mekanisme pembelajaran yang adaptif dalam merespons tantangan yang beragam.

Baca juga : Badiul Hadi: Pembentukan Badan Ini Belum Diperlukan

Berdasarkan Peta Risiko Bencana BNPB 2023, terdapat lebih dari 70.000 satuan pendidikan dari PAUD hingga SMA/SMK yang berada di wilayah berpotensi bencana dengan risiko bahaya sedang hingga tinggi.

Bahkan, ujar Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI, UNICEF menempatkan Indonesia dalam 50 negara dengan anak-anak paling berisiko terdampak perubahan iklim dan degradasi lingkungan.

Rerie mendorong konsistensi upaya pemerintah, dalam menerapkan protokol pembelajaran darurat di wilayah terdampak bencana dengan mengedepankan keselamatan pengajar dan peserta didik, hak belajar murid terpenuhi, serta pemulihan pascabencana yang terencana, untuk terus disempurnakan.

Baca juga : Rapat Koalisi Sulbar Maju, Sepakati 2 Nama Cawagub

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, sejumlah kebijakan tersebut menjadi momentum untuk membangun sistem jangka panjang dalam mengantisipasi sejumlah tantangan berbagai potensi bencana di tanah air.

"Kesiapan SDM, penguatan kurikulum adaptif, dan peningkatan literasi kebencanaan bagi pengajar harus segera direalisasikan. Ini bukan hanya tentang bagaimana belajar saat bencana, tapi bagaimana kita memastikan masa depan anak bangsa tidak terhenti oleh bencana," pungkas Rerie.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.