Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Atletico Madrid Tekuk Sevilla 3-1, Baena Borong 2 Gol
- Ini 23 Pemain Timnas U-20 Buat Kualifikasi Piala Asia 2027
- Hasil Liga Inggris: Suprs dan Liverpool Gagal Menang, Everton Imbang
- Juventus Atasi Parma, Bianconeri Tempel Napoli di Puncak Klasemen
- Ini Jurus Kementerian UMKM lahirkan 10 juta Wirausaha Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi V DPR Fraksi PKB Sudjatmiko mendorong informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tidak berhenti sebagai data. Informasi tersebut harus menjadi dasar pengambilan kebijakan untuk melindungi masyarakat.
Hal itu disampaikan Sudjatmiko saat mengikuti kunjungan spesifik Komisi V DPR RI ke Stasiun BMKG Juanda, Surabaya, Jumat (28/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan BMKG sekaligus membahas persoalan keselamatan transportasi dan mitigasi bencana di tengah meningkatnya ancaman cuaca ekstrem dan perubahan iklim.
Sudjatmiko mengatakan kemampuan BMKG menyediakan informasi cuaca, iklim, dan peringatan dini semakin penting seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem. Karena itu, informasi tersebut harus terhubung langsung dengan keputusan pemerintah dan langkah antisipasi di lapangan.
"Informasi cuaca dan peringatan dini jangan berhenti sebagai data. Informasi tersebut harus menjadi dasar pengambilan keputusan, terutama ketika menyangkut keselamatan masyarakat dan pengguna transportasi," kata Sudjatmiko dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
Baca juga : Kepala BP Taskin: RUU Perampasan Aset Bisa Perkuat Upaya Atasi Kemiskinan
Dalam kunjungan tersebut, Komisi V juga mengapresiasi perkembangan teknologi dan kapasitas BMKG, termasuk pengakuan internasional melalui penghargaan dari World Meteorological Organization (WMO) pada 2020.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah potensi angin kencang di kawasan Jembatan Suramadu. Kondisi tersebut dinilai dapat membahayakan kendaraan apabila tidak diikuti langkah antisipasi yang cepat dan terukur.
Sudjatmiko mendorong adanya protokol yang jelas antara BMKG, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk mengatur lalu lintas ketika kecepatan angin sudah berada pada tingkat yang membahayakan.
"Jangan sampai informasi sudah tersedia, tetapi pengguna jalan tetap masuk ke kawasan yang berisiko," ujarnya.
Untuk memperkuat sistem peringatan kepada pengguna jalan, Komisi V juga mendorong pemasangan Variable Message Sign (VMS) atau papan informasi digital di kawasan Suramadu.
Baca juga : DPR Nilai Pelibatan Pesawat Asing Tangani Karhutla Langkah Tepat
Keberadaan VMS diharapkan dapat memberikan peringatan secara langsung kepada pengguna jalan ketika terjadi kondisi cuaca ekstrem. Dengan begitu, pengguna jalan dapat mengambil langkah antisipasi sebelum memasuki kawasan berisiko.
Menurut Sudjatmiko, keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan transportasi. Karena itu, Fraksi PKB di Komisi V mendorong informasi BMKG semakin terintegrasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan operator transportasi.
Integrasi tersebut diperlukan agar peringatan dini yang dikeluarkan BMKG dapat segera diterjemahkan menjadi tindakan di lapangan, bukan sekadar menjadi informasi yang diterima masyarakat.
Selain kebutuhan keselamatan transportasi, Sudjatmiko meminta BMKG memperkuat penyediaan data cuaca dan iklim untuk kebutuhan perencanaan pembangunan jangka panjang.
Komisi V mendorong tersedianya data dengan perspektif 5, 25 hingga 100 tahun. Data tersebut dinilai penting agar pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat dalam merancang pembangunan sekaligus mengantisipasi perubahan pola cuaca dan kejadian ekstrem pada masa mendatang.
Baca juga : DPR Dukung Kemenhub Izinkan Pesawat Asing Bantu Tangani Karhutla
"Pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya melihat kondisi hari ini. Kita membutuhkan data dalam jangka panjang agar pembangunan yang dilakukan benar-benar siap menghadapi perubahan pola cuaca dan risiko di masa mendatang," jelasnya.
Kebutuhan data jangka panjang tersebut dinilai semakin penting dalam menghadapi potensi dampak El Nino, terutama terhadap ketersediaan air dan ancaman kekeringan.
Sudjatmiko menilai informasi BMKG harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan pemerintah. Dengan demikian, peringatan dini dapat menjadi instrumen untuk mencegah risiko sekaligus melindungi masyarakat dari dampak cuaca ekstrem.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya