Dark/Light Mode

DPR Usulkan Shelter Ojol Di Tiap Kecamatan

Selasa, 14 Juli 2026 15:33 WIB
Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKB Sudjatmiko. (Dok. DPR)
Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKB Sudjatmiko. (Dok. DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKB Sudjatmiko mengusulkan pembangunan shelter khusus bagi pengemudi ojek online (ojol) di setiap kecamatan sebagai bagian dari penataan transportasi perkotaan yang lebih tertib, aman, dan manusiawi.

Usulan tersebut disampaikan Sudjatmiko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Senin (13/7/2026).

Menurut Sudjatmiko, transportasi online roda dua telah menjadi kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bagian penting dari sistem transportasi nasional. Namun, hingga kini para mitra pengemudi masih minim fasilitas untuk beristirahat maupun menunggu pesanan.

Baca juga : DPR Pastikan Aspirasi Mahasiswa Sampai Ke Pemerintah

"Ojol sudah menjadi kebutuhan nyata yang tidak bisa kita abaikan. Mereka adalah ujung tombak mobilitas masyarakat. Sayangnya, fasilitas bagi mereka masih sangat minim. Kita membutuhkan langkah konkret, bukan sekadar wacana," kata Sudjatmiko dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).

Ia menilai keberadaan shelter tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengemudi, tetapi juga dapat mengurangi parkir liar dan penumpukan kendaraan di trotoar maupun bahu jalan yang kerap mengganggu kelancaran lalu lintas.

Karena itu, Sudjatmiko menyoroti belum adanya program maupun alokasi anggaran khusus terkait pembangunan shelter ojol dalam perencanaan pemerintah. Ia meminta Kementerian Perhubungan mulai memasukkan program tersebut ke dalam agenda prioritas pembangunan transportasi.

Baca juga : KPK Eksekusi Eks Wamenaker Noel ke Lapas Sukamiskin

Sebagai langkah awal, ia mengusulkan pembangunan proyek percontohan berupa minimal satu shelter di setiap kecamatan yang memiliki aktivitas transportasi online cukup tinggi.

Menurutnya, penentuan lokasi pembangunan harus didasarkan pada data kepadatan pengemudi serta titik kumpul yang selama ini menjadi pusat aktivitas ojol.

"Kita mulai dari yang realistis dan berdampak. Desainnya kita siapkan, kemudian dievaluasi. Jika terbukti efektif, program ini bisa diperluas ke daerah lain," ujarnya.

Baca juga : Polri Salurkan Bansos untuk 550 Ojol di Tugu Proklamasi Jakarta

Sudjatmiko juga mengapresiasi sejumlah perusahaan aplikasi transportasi yang telah menyediakan fasilitas istirahat bagi mitra pengemudi. Namun, menurutnya, fasilitas tersebut masih terbatas dan belum terintegrasi dengan kebijakan pemerintah maupun penataan ruang perkotaan.

Ia berharap pembangunan shelter ojol menjadi langkah strategis dalam mendukung ekosistem transportasi berbasis aplikasi yang terus berkembang sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih tertata, nyaman, dan berkelanjutan.

Menanggapi usulan tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyatakan terbuka untuk mengkaji pembangunan fasilitas pendukung bagi transportasi online.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.