Dark/Light Mode

Tragedi KM Mutiara Sentosa II, DPR Desak Investigasi Menyeluruh

Selasa, 4 Agustus 2026 20:48 WIB
Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko. Dok. DPR
Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko. Dok. DPR

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko menyampaikan duka cita mendalam atas musibah kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar. Sudjatmiko menegaskan, tragedi tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem keselamatan pelayaran nasional.

"Kecelakaan transportasi laut tidak boleh terus berulang sehingga keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama," kata Sudjatmiko dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).

Karena itu, ia meminta investigasi dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan independen guna mengungkap penyebab kebakaran sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap kelaikan kapal, standar operasional, prosedur keselamatan, hingga sistem pengawasan regulator.

Baca juga : Wamenhub Dan Dirut Jasa Raharja Pastikan Hak Korban KM Mutiara Sentosa Terpenuhi

Sudjatmiko juga memberikan apresiasi kepada Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, pemerintah daerah, para nelayan, serta seluruh unsur SAR gabungan yang bergerak cepat melakukan evakuasi dan pencarian korban. Ia menilai kecepatan respons dan koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting yang berhasil menyelamatkan ratusan penumpang dalam kondisi darurat di tengah laut.

Sudjatmiko juga mengapresiasi optimalisasi berbagai sarana penyelamatan, mulai dari Rigid Inflatable Boat (RIB), kapal penyelamat, drone udara, hingga berbagai peralatan pencarian yang dinilai mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban.

Selain investigasi penyebab kebakaran, ia menilai Pemerintah perlu memperkuat standar keselamatan kapal penumpang, khususnya pada sistem proteksi kebakaran. Menurutnya, setiap kapal penumpang harus memiliki sistem pemadam kebakaran yang benar-benar andal, mulai dari deteksi dini, sistem sprinkler, pompa kebakaran, hingga jaringan fire main system yang mampu memanfaatkan air laut sebagai sumber pasokan air untuk pemadaman.

Baca juga : Jasaraharja Putera Pastikan Perlindungan Bagi Korban KMP Mutiara Sentosa II

"Sistem tersebut harus diuji secara berkala agar berfungsi optimal saat keadaan darurat," ujarnya.

Sudjatmiko melihat keberadaan alat pemadam api portabel saja tidak cukup apabila tidak didukung sistem pemadam tetap yang mampu menjangkau seluruh area kapal.

Ia mendorong Kementerian Perhubungan mengevaluasi standar perlindungan kebakaran di seluruh kapal penumpang, termasuk memastikan kesiapan peralatan, pelaksanaan simulasi keadaan darurat secara berkala, serta peningkatan kompetensi awak kapal dalam menangani kebakaran.

Baca juga : Pastikan Layanan Cepat, Dirut Jasa Raharja Tinjau Korban KM Mutiara Sentosa II

Dirinya menegaskan, keselamatan pelayaran harus ditopang oleh sistem keselamatan yang modern, andal, serta memenuhi standar nasional maupun internasional, sehingga pencegahan dapat dilakukan sejak dini sebelum api membesar. Sudjatmiko menambahkan, Komisi V DPR RI akan terus mengawal proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama Kementerian Perhubungan.

Pengawasan tersebut mencakup evaluasi terhadap operator kapal, kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran, akurasi data manifes penumpang, serta penguatan sistem pengawasan transportasi laut.

"Tragedi ini harus menjadi titik balik pembenahan keselamatan transportasi laut Indonesia. Negara harus memastikan setiap masyarakat memperoleh layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkeselamatan," ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.