Dark/Light Mode

Edhie Baskoro Yudhoyono: Legislasi Di Era AI Harus Berbasis Data

Jumat, 4 September 2026 18:05 WIB
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) saat menjadi keynote speaker sekaligus membuka Seminar Nasional Penguatan Legislasi Berbasis Data di Era AI: Peluang dan Tantangan dalam Tata Kelola Satu Data Indonesia di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV DPR RI, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Foto: MPR RI
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) saat menjadi keynote speaker sekaligus membuka Seminar Nasional Penguatan Legislasi Berbasis Data di Era AI: Peluang dan Tantangan dalam Tata Kelola Satu Data Indonesia di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV DPR RI, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Foto: MPR RI

 Sebelumnya 
Lima Langkah Yang Perlu Dikawal

Untuk memperkuat tata kelola data dan legislasi di era AI, EBY menawarkan lima hal yang perlu menjadi perhatian. Pertama, memastikan data bersih, jelas, dan benar (clean, clear, and right).

Kedua, membangun satu standar data yang valid dan dapat dipercaya. Ketiga, menghubungkan berbagai sistem agar data dapat terintegrasi dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Keempat, memastikan data masyarakat terlindungi dengan sistem keamanan yang memadai. Kelima, memperkuat meaningful participation dengan melibatkan masyarakat dalam proses kebijakan.

Lulusan S3 IPB University itu menilai kelima hal tersebut perlu berjalan secara berkelanjutan agar data tidak berhenti sebagai kumpulan informasi, tetapi benar-benar dapat digunakan untuk mendukung kebijakan yang lebih baik.

Baca juga : Ibas: RUU Perubahan Iklim Harus Bermanfaat Bagi Rakyat

EBY Ajak 350 Mahasiswa Berpikir Kritis

Seminar berlangsung interaktif dengan keterlibatan sekitar 350 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Tangerang, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Universitas Trisakti, serta Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Institute of Business Law and Management.

Dalam kesempatan tersebut, EBY memberikan sejumlah pertanyaan berhadiah kepada mahasiswa untuk menguji sekaligus memantik pemahaman mereka mengenai AI, data, dan demokrasi.

Pertanyaan yang diajukan antara lain mengenai kepanjangan AI, risiko apabila data yang digunakan pemerintah tidak tepat, makna meaningful participation, hingga pertanyaan “viral atau valid?”

Ibas juga menanyakan siapa yang bertanggung jawab atas masa depan AI di Indonesia—apakah pemerintah, parlemen, akademisi, perusahaan teknologi, atau masyarakat. Dari interaksi tersebut, ia menegaskan bahwa seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk mengawal penggunaan AI.

Baca juga : Baleg DPR Terima Masukan untuk RUU Reforma Agraria

“AI tidak buruk, tetapi AI bisa salah kalau kita tidak kawal dengan cara-cara yang benar,” ujarnya.

Generasi Muda Jangan Hanya Jadi Pengguna AI

Di hadapan para mahasiswa, EBY menitipkan pesan agar generasi muda tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi ikut menentukan arah perkembangan AI dan kebijakan di masa depan. “Jangan hanya jadi pengguna AI saja. Jadilah generasi yang menentukan arah AI,” pesan EBY.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengonsumsi data, tetapi memahami data; tidak hanya mengkritik kebijakan, tetapi suatu hari ikut menjadi bagian dari proses membuat kebijakan yang lebih baik.

“Data bisa memberikan kita fakta, AI bisa memberikan kemampuan dan kemudahan, dan konstitusi kita juga bisa memberikan kita batas, demokrasi kita bisa memberi kita suara. Tugas kita membuat Indonesia lebih baik dengan semuanya,” lanjutnya.

Baca juga : Ibas: BKMT Punya Banyak Pintu Di Parlemen

Pada akhirnya, legislasi di era AI tidak cukup hanya canggih secara teknologi. Kebijakan harus disusun dengan data yang benar, bukti yang kuat, proses yang demokratis, serta diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Jangan menjadi hanya penonton saja. Jadilah pembuat perubahan," ajak Ibas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.