Dark/Light Mode

Ketua FPG MPR RI Dorong Pendidikan Pancasila Diperkuat Dalam Revisi UU Sisdiknas

Rabu, 30 September 2026 09:42 WIB
Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) MPR RI Melchias Markus Mekeng bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Profesor Dr. Abdul Muti saat Lokakarya Akademik Fraksi Partai Golkar MPR RI bertema Pancasila Sebagai Falsafah dan Dasar Negara: Penguatan Pendidikan Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional di Ballroom Hotel Harris Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026). Foto: MPR RI
Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) MPR RI Melchias Markus Mekeng bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Profesor Dr. Abdul Muti saat Lokakarya Akademik Fraksi Partai Golkar MPR RI bertema Pancasila Sebagai Falsafah dan Dasar Negara: Penguatan Pendidikan Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional di Ballroom Hotel Harris Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026). Foto: MPR RI

 Sebelumnya 
Pancasila Mesti Berada di Posisi Kokoh Dalam Pendidikan Nasional

Mekeng mengatakan penguatan pendidikan Pancasila dapat dilakukan melalui sejumlah pendekatan, mulai dari penguatan substansi pembelajaran, keteladanan, pemanfaatan teknologi digital, hingga pengalaman nyata melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Ia juga menilai pembelajaran Pancasila perlu ditransformasikan dari sekadar pengetahuan menjadi nilai yang dipahami, diyakini, dan diamalkan.

Dalam konteks pembahasan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), Mekeng berharap Pancasila dapat kembali mendapatkan posisi yang kuat sebagai bagian dari pendidikan nasional.

Baca juga : Belajar dari WorldSkills Shanghai, Ketika Skill Menjadi Bahasa Dunia

"Sekarang sedang dibahas UU Sisdiknas. Mudah-mudahan dalam lokakarya ini kami berharap Pancasila ini bisa dimasukkan sebagai salah satu mata pelajaran utama," ujarnya.

Mekeng kemudian mengenang pengalaman ketika dirinya masih bersekolah dan terdapat mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). "Waktu saya masih kecil, kita ada pelajaran PMP. Kalau kita pintar di pelajaran matematika, yang lain-lainnya angka 10, kalau nilai PMP-nya tidak bagus, kita enggak naik kelas," ujarnya.

Menurut Mekeng, pengalaman tersebut menggambarkan pentingnya pendidikan Pancasila dalam membentuk pemahaman dan karakter peserta didik. Ia juga mengaitkan pendidikan nilai Pancasila dengan persoalan kebersihan lingkungan, khususnya masalah sampah yang dinilai semakin besar.

"Jadi anak-anak itu harus paham tentang Pancasila dan juga nilai kebersihan karena masalah sampah di bangsa ini sudah menjadi problema yang sangat besar," kata Mekeng.

Baca juga : Mansur: Belum Ada Kebijakan Khusus Bagi Guru Swasta

Ia berharap pembahasan UU Sisdiknas dapat turut mengakomodasi penguatan pendidikan Pancasila sekaligus nilai-nilai kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

"Jadi mudah-mudahan dengan pembahasan UU Sisdiknas ini, isu-isu tentang Pancasila dan kebersihan ini bisa dimasukkan dalam undang-undang ini," tuturnya.

Mekeng berharap lokakarya tersebut tidak berhenti pada pembahasan normatif, tetapi menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam kebijakan maupun praktik pendidikan.

Dengan demikian, Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi dasar negara yang tertulis dalam konstitusi, tetapi juga menjadi falsafah yang hidup dalam pikiran, sikap, perilaku, dan kebijakan masyarakat Indonesia.

Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Nasib Guru Swasta Kerap Dipinggirkan

Hadir dalam acara, Wakil Ketua FPG MPR, Firman Subagyo, Sekretaris FPG MPR, Ferdiansyah, Wakil Bendahara FPG MPR, Putri Anetta Komarudin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Profesor Dr. Abdul Mu'ti, Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek RI, Profesor Badri Munir Sukoco, Wakil Menteri PPN, Wakil Kepala Bapennas, Febrian Alphyanto Ruddyard.

Turut hadir para anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar antara lain, Juliyatmono, Daniel Mutaqien Syafiudidn, Dewi Asmara dan para peserta Lokakarya dari civitas akademika dan mahasiswa perguruan tinggi sekitar kota Bandung, Jawa Barat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.