Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Final FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
- Hasil Investigasi Imipas: 13 Bangunan Lapas Cibinong Dibangun Napi Sejak 2023
- Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat sebagai ASN, Apa Dasar Hukumnya?
- Wisnu Hani Putranto Dipecat Sebagai ASN, Buntut Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
- Polisi Kawal Ketat Final Indonesia Vs Thailand di GBK, Kerahkan 10.121 Personel
Bambang Patijaya Dorong Akselerasi Industri Bioetanol Menuju E20
Senin, 5 Oktober 2026 14:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengembangan bioetanol sebagai campuran bahan bakar dinilai perlu diikuti dengan percepatan kesiapan industri nasional.
Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Bambang Patijaya mendorong peningkatan kapasitas produksi dan penguatan pasokan bahan baku untuk mendukung pengembangan bauran bioetanol dari E5 menuju E20.
Bambang menyambut positif arah pemerintah meningkatkan pemanfaatan bioetanol sebagai campuran bahan bakar.
Menurutnya, pengembangan menuju E20 menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Baca juga : Bambang Patijaya Ajak Warga Mampu Tenggang Rasa Soal BBM Subsidi
“Ini langkah yang positif. Kita bukan hanya bicara mengurangi ketergantungan terhadap impor bensin, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya industri bioetanol di dalam negeri,” kata Bambang yang juga Kapoksi Golkar di Komisi XII DPR RI, Senin (5/10/2026).
Menurut Bambang, peningkatan penggunaan bioetanol juga membuka peluang besar bagi industri nasional.
Kebutuhan bioetanol yang semakin meningkat dapat mendorong investasi baru sekaligus memperluas pemanfaatan bahan baku dari dalam negeri.
Ia mengatakan, peningkatan bauran bioetanol perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan kapasitas produksi dan ketersediaan bahan baku.
Baca juga : Bambang Patijaya: Percepatan EBT Harus Tekan Beban Subsidi & Bangun Industri
Saat ini, kapasitas fuel grade ethanol (FGE) dari lima produsen yang tercatat dalam bahan Kementerian ESDM mencapai sekitar 70.500 kiloliter hingga Juli 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang untuk mempercepat pengembangan industri bioetanol nasional.
“Potensi kita besar. Tinggal bagaimana kapasitas industrinya terus tumbuh dan pasokan bahan bakunya semakin kuat sehingga peningkatan pemanfaatan bioetanol ke depan dapat didukung semaksimal mungkin dari dalam negeri,” ujarnya.
Bambang menambahkan, peluang tersebut semakin terbuka karena sumber bahan baku bioetanol cukup beragam.
Baca juga : Dukung Bahlil, Bambang Patijaya: Daerah Jangan Jadi Penonton Hilirisasi
Kementerian ESDM tengah mengkaji pendekatan multifeedstock, antara lain molases atau tebu, singkong pahit, dan tongkol jagung. Pada tahap berikutnya, bahan baku juga dapat berasal dari sorgum, sagu, dan aren.
“Kalau industri dan pasokan bahan bakunya tumbuh bersama, manfaatnya akan semakin luas. Kita bisa memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri,” tutup legislator asal daerah pemilihan Bangka Belitung itu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya