Dewan Pers

Dark/Light Mode

Peneliti Indonesia Temukan Obat Corona

Jangan Kendor, Tetap Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan

Selasa, 16 Juni 2020 07:50 WIB
Obat Covid-19 dari Universitas Arilangga (Unair). (Foto: Istimewa)
Obat Covid-19 dari Universitas Arilangga (Unair). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan menyambut baik riset penelitian para pakar dalam negeri yang sukses menemukan formulasi kombinasi obat menyembuhkan pasien virus corona (Covid-19). Namun demikian, masyarakat kudu tetap disiplin menjalankan tatanan kenormalan baru sembari menunggu obat diuji klinis kepada manusia.

Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengatakan, penemuan obat ini kabar baik yang harus diapresiasi.“Ini juga sejalan dengan instruksi Pak Jokowi untuk anak bangsa berlomba-lomba dengan dunia menyelamatkan dunia dengan mandiri dari sisi obat. Tapi ini kan prosesnya masih panjang tapi paling tidak adanya temuan baru dari Universitas Airlangga ini positif sekali,” katanya.

Penemuan obat Covid-19 ini, lanjut Rahmad, tentu menambah optimisme seluruh rakyat Indonesia menghadapi Covid-19.

Berita Terkait : Dimotori PDIP, Ditolak Ulama, DPR, Tobatlah!

“Tapi di satu sisi tidak membuat kita kendor bahwa ini sudah ada obatnya. Ini pemicu bagi kita untuk tetap waspada dan gotong royong, tetap disiplin tinggi, baik masyarakat, aparatur negara dan pemerintah daerah serta peme rintah pusat.

Sebab satu-satunya jalan mengendalikan Covid-19 ini sambil menunggu vaksinasi, tetap disiplin tinggi dalam menjalankan protokol kesehatan. Protokol kesehatan wajib dan mutlak dilakukan dengan di siplin yang tinggi,” tambah dia.

Sementara, Dokter Ahli Farmakologi Amerika Serikat berkewarganegaraan Indonesia Taruna Ikrar menilai, makin banyaknya penemuan vaksin yang dilakukan para peneliti di berbagai negara termasuk Indonesia menambah optimisme dalam mengatasi Covid-19.taruna menjelaskan, awal Juni 2020, beberapa negara di dunia telah melakukan pelonggaran terhadap karantina wilayah.

Berita Terkait : Politisi PAN Di Senayan Anggap Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Tak Realistis

Dalam istilah yang dipopulerkan oleh organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sebagai New Normal Life. Di mana, masyarakat yang telah mengalami penurunan jumlah kasus bisa melakukan pelonggaran dan masyarakat sudah dizinkan beraktivitas di luar rumah, tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat.

Protokol tersebut berupa keharusan tetap menjaga jarak (social and physical distancing), memakai masker bila keluar rumah, mencegah kerumunan, dan tetap menjaga kebersihan tubuh dengan senantiasa mencuci tangan.

Professor dan Dekan di Bio-medical Sciences, the national Health University, California, Amerika Serikat ini bilang, pengembangan vaksin Covid-19 global mencakup 115 kandidat vaksin. Dari jumlah tersebut, 78 di antaranya dikonfirmasi sebagai aktif dan 37 tidak dikonfirmasi. [KAL]