Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rerie Dorong Lembaga Penyiaran Garap Daerah 3 T

Selasa, 24 Nopember 2020 08:58 WIB
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat.

RM.id  Rakyat Merdeka - Digitalisasi penyiaran diharapkan bisa meningkatkan peran lembaga penyiaran dalam memperkuat sosialisasi nilai nilai kebangsaan.

"Kelebihan sistem digitalisasi dapat menjangkau wilayah yang lebih luas, bisa dimanfaatkan untuk menyiarkan informasi ke daerah tertinggal, terdepan dan terluar sehingga mampu memberi pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat," ungkap Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam diskusi daring tentang Digitalisasi Penyiaran di Indonesia yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia bekerja sama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (23/11).

Berita Terkait : Teten Dorong Petani Bangun Korporatisasi Petani Melalui Koperasi

Menurut Lestari,  era globalisasi membuat dunia tanpa batas. Dan, saat ini ada indikasi pelemahan pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat, di wilayah  tertinggal, terdepan dan terluar (3T), akibat masih lemahnya penetrasi siaran analog di wilayah tersebut.

Sementara itu, lanjut  Rerie, sapaan akrab Lestari, saat ini siaran-siaran televisi negara lain masuk ke wilayah 3T.

Berita Terkait : Retno Dorong Pertumbuhan Ekonomi Yang Aman Di Tengah Pandemi

"Digitalisasi penyiaran diharapkan mampu menjawab tantangan di wilayah-wilayah 3T tersebut," imbuhnya.

Rerie meminta, pembangunan industri penyiaran digital bisa segera dilakukan di daerah 3T. Tujuannya,  tidak sekadar agar siaran televisi bisa dinikmati masyarakat di wilayah tersebut. Tetapi,  untuk menetralisir berita yang salah dan cenderung menciptakan hoaks. Lebih dari itu,  dengan tata kelola yang baik industri penyiaran digital juga diharapkan mampu mendorong pembangunan ekonomi di wilayah 3T.

Berita Terkait : Bamsoet Dorong PPKn Kembali Masuk Pelajaran Wajib Di Semua Jenjang Pendidikan

Rerie menyebut tantangan penyiaran digital di masa datang,  antara lain  penguatan informasi dan konten digital untuk membangun nasionalisme bangsa. QAR