Dark/Light Mode

Buka Lomba Nembak Kopassus, Bamsoet Ingatkan Kompleksitas Ancaman Bangsa

Jumat, 2 Juli 2021 14:29 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly dan Danjen Kopassus Mayjen TNI AD Mohamad Hasan membuka Kejuaraan Menembak HUT Ke-40 Satuan 81 Gultor Kopassus Open Championship 2021 IPSC Level 2, di Markas Kopassus, Jakarta, Jumat (2/7). Acara ini sekaligus penggunaan perdana lapangan Tembak yang diberi Brigjen TNI AD IGP Danny Nugraha Karya, pahlawan anumerta yang gugur karena serangan teroris kelompok bersenjata di Papua.

Penggunaan nama IGP Danny Nugraha Karya dilakukan keluarga besar Kopassus sebagai penghormatan terhadap Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha yang gugur setelah ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata Separatis di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua pada tanggal 25 April 2021.

"Setiap kali para prajurit Kopassus latihan menembak di sini, mereka akan ingat kegigihan almarhum IGP Danny Nugraha dalam melawan kelompok para separatis demi menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, saat berbicara, dalam pembukaan itu.

Ketua DPR ke-20 ini juga mengapresiasi prestasi Prajurit Sat 81 Kopassus yang berhasil meraih Juara-1 individual  dan Juara-1 team dalam kejuaraan 1st Indonesia International Long Range Shooting Grand Prix 2021 seri kedua di lapangan tembak AWR Buding, Belitung, 13 Juni 2021. Perolehan juara satu ini diraih Serka Novian dalam kategori Individual Class dan Result Team Class ketika berpasangan dengan Sertu Sirait.

"Kehadiran Lomba Menembak HUT ke-40 Satuan-81 Kopassus Open Championship 2021 IPSC Level 2 tentu akan semakin mengasah kemampuan menembak prajurit Sat-81 maupun prajurit TNI lainnya. Dalam kejuaraan ini ada beberapa kategori yang dilombakan. Antara lain tembak reaksi handgun, tembak reaksi PCC, dan tembak reaksi rifle," terang Bamsoet.

Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri (PERIKHSA) ini menilai, keikutsertaan institusi TNI dalam penyelenggaraan kejuaraan menembak sangat relevan. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pasukan TNI diperlukan untuk menjawab tantangan zaman. 

"Berbaurnya ancaman militer dan non militer mendorong terciptanya dilema geopolitik dan geostrategis global yang sulit diprediksi. Jika tidak siap dan waspada, bangsa Indonesia bisa tergilas dalam kompetisi global yang tidak mengenal batas dan waktu," papar Bamsoet. 

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia ini menambahkan, ancaman terhadap keamanan nasional tidak lagi bersifat kasat mata dan konvensional. Tetapi, bersifat kompleks, multidimensional, serta berdimensi ideologis. Antara lain berkembangnya sikap intoleransi dalam kehidupan masyarakat, tumbuhnya radikalisme dan terorisme, munculnya sikap disintegrasi hingga separatisme, serta beragam bentuk ancaman lainnya yang menggerus sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa.

"Ancaman kita saat ini tidak saja yang kasad mata seperti teroris dan kelompok kriminal bersenjata di Papua dan Poso. Tapi juga ancaman musuh yang tak kasatmata pandemi Covid-19 saat ini yang harus kita hadapi bersama. Semua pihak harus bersatu dan terlibat aktif dalam menurunkan angka penyebaran Covid-19 yang terus melonjak tajam. Partisipasi pemerintah, TNI dan Polri harus terus ditingkatkan, sehingga program vaksinasi Presiden Jokowi 1 juta suntikan per hari bisa segera tercapai," pungkas Bamsoet. [USU]