Dark/Light Mode

DPD Minta, Reshuffle Didasari Kegagalan Menteri Atasi Pandemi

Sabtu, 28 Agustus 2021 07:07 WIB
Ketua Komite IDewan Perwakilan Daerah (DPD), Fachrul Razi. (Foto: Istimewa)
Ketua Komite IDewan Perwakilan Daerah (DPD), Fachrul Razi. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kalangan Senator meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) me-reshuffle sejumlah menteri yang tidak berhasil menangani pandemi Covid-19. Pasalnya, pandemi Covid-19 telah merusak berbagai sektor kehidupan kehidupan berbangsa dan bernegara, hingga citra pemerintahan Presiden Jokowi.

Ketua Komite IDewan Perwakilan Daerah (DPD), Fachrul Razi meminta Presiden Jokowi segera melakukan evaluasi dan reshuffle terhadap sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju. Menurutnya, reshuffle kabinet didasarkan pada kinerja menteri-menteri terkait penanganan Covid-19.

“Kami ingin menyelamatkan Presiden Jokowi dari menteri-menteri yang berkerja buruk selama masa pandemi. Kami menilai, beberapa menteri perlu di-resuffle untuk menyelamatkan kinerja pemerintahan, dan membuat pemerintahan Jokowi bekerja lebih efektif di tengah situasi pandemi,” ujar Fachrul melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Berita Terkait : Langkah Penting Indonesia Menarik Investor Asing Saat Pandemi

Diketahui, wacana reshuflle kabinet ramai diperbincangkan setelah Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung dengan koalisi pemerintah Jokowi-Ma’ruf. Isu kursi kader PAN di kabinet ramai diperbincangkan setelah Presiden Jokowi melakukan pertemuan bersama ketua umum (ketum) dan sekretaris jenderal (sekjen) partai koalisi di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (25/8) sore.

Melanjutkan keterangannya, Fachrul mengatakan, pandemi Covid-19 merupakan persoalan dunia yang berdampak terhadap seluruh sektor kehidupan. Karenanya, seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju harus bekerja keras mengatasi persoalan tersebut. Tidak melepas tanggung jawab kepada sektor kesehatan dan perekonomian.

Kegagalan kinerja menteri, lanjutnya, tak sekadar meningkatan penyebaran Covid-19. Apalagi, pandemi Covid-19 membawa dampak besar terhadap berbagai sektor. “Menteri yang gagal, silakan mengundurkan diri. Itu lebih baik sebelum Presiden Jokowi melakukan evaluasi dan me-reshuffle kabinetnya,” tegas Senator asal Aceh ini.

Berita Terkait : Rosan Roeslani: Kesehatan Atlet Jadi Prioritas Utama

Lebih lanjut, Fachrul mengatakan, kinerja kementerian membawa pengaruh besar terhadap berbagai sektor kehidupan di daerah. Berdasar hasil kunjungan di sejumlah daerah, ungkap dia, masyarakat mengutarakan kekecewaan terhadap kebijakan menteri yang merusak perekonomian daerah.

“Tidak hanya menteri kesehatan yang bergerak dalam penanganan Covid-19. Seluruh kementerian harus terlibat dalam penanganan dampak Covid 19 ini, agar rakyat merasakan kehadiran negara di tengah situasi Pandemi,” tegas dia.

Sebelumnya Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad mengaku enggan berspekulasi soal wacana reshuffle kabinet. Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini menegaskan, reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden yang tidak bisa diganggu-gugat.

Berita Terkait : KSP Apresiasi Produsen Alkes Dalam Negeri Bantu Tanggulangi Pandemi

“Bicara reshuffle, saya sudah berulang-ulang menyatakan, itu hak prerogatif Presiden dan kami tidak mau berandai-andai. Semua kita serahkan kepada presiden,” kata Dasco di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (26/8). [ONI]