Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kunjungi Alshat Ahmad

Bamsoet Ajak Masyarakat Lestarikan Flora Fauna Indonesia

Selasa, 19 Oktober 2021 16:01 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat mengunjungi kebun binatang mini dan kediaman Alshad Ahmad, di Bandung, Selasa (19/10). (Foto: Istimewa)
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat mengunjungi kebun binatang mini dan kediaman Alshad Ahmad, di Bandung, Selasa (19/10). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Pembina Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) Bambang Soesatyo bangga dengan sosok Alshad Ahmad, pemuda berusia 26 tahun yang terkenal dengan kecintaannya terhadap binatang. Alshad, yang merupakan sepupu Raffi Ahmad, sampai memiliki kebun binatang mini di areal kediamannya.

Koleksi hewan peliharaannya sangat beraneka ragam. Dari mulai harimau benggala, serigala, merak hijau, burung macao scarlet, burung unta, hingga bintorung. Karena rasa cintanya terhadap binatang, ia tidak keberatan harus mengeluarkan uang hingga ratusan juta rupiah per bulan untuk memelihara dan merawat berbagai koleksi binatangnya.

"Alshad Ahmad bukan hanya menginspirasi anak-anak muda untuk mencintai binatang, namun juga menginspirasi bangsa Indonesia agar semakin peduli dengan keanekaragaman flora dan fauna, yang merupakan salah satu karunia terbesar dari Tuhan untuk bangsa Indonesia," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai mengunjungi kebun binatang mini dan kediaman Alshad Ahmad, di Bandung, Selasa (19/10).

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, setiap warga bisa terlibat langsung mendukung pelestarian satwa liar melalui kegiatan penangkaran. Kuncinya, memenuhi berbagai peraturan yang telah disyaratkan. Antara lain Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.19/Menhut-II/2005 tentang Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar, yang kemudian diubah dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.69/Menhut-II/2013.

"Melestarikan satwa bukan hanya tugas negara saja, melainkan tugas seluruh anak bangsa yang memiliki kecintaan terhadap satwa. Seperti yang dilakukan Alshad Ahmad, yang dalam mengelola kebun binatang mininya sudah terlebih dahulu memenuhi berbagai peraturan yang berlaku," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, sebagai negara megadiverse yang menjadi tempat tinggal sebagian besar spesies Bumi, Indonesia punya tanggung jawab moral agar 1.531 spesies burung, 515 spesies mamalia, dan banyak lagi yang hidup di alam Indonesia bisa tetap lestari, tidak punah dimakan zaman. Sebagai langkah melestarikan hewan, PKBSI telah membuat bank sperma berbagai hewan, khususnya yang terancam punah. Melalui bank sperma ini, PKBSI bisa mengembangkan lebih lanjut agar kelestarian ekosistem fauna Indonesia tidak punah.

"Dahulu kita memiliki harimau Jawa, Bali, dan Sumatera. Harimau Jawa dan Bali sudah punah, kini tinggal harimau Sumatera yang keberadaannya pun terancam punah," terang Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menambahkan, berbagai hewan asli Indonesia juga banyak yang terancam punah. Seperti elang Flores, jalak Bali, badak Jawa, serta gajah Sumatera. Selain menjaga ekosistem habitat asli mereka agar tidak beralih fungsi, bank sperma seperti yang dilakukan PKBSI juga sangat penting. 

"Didukung kiprah anak-anak muda seperti Alshad Ahmad yang peduli dengan binatang, membuat masa depan binatang tersebut tidak lagi menjadi suram. Jangan sampai anak cucu kita tidak tahu lagi seperti apa wujud harimau maupun indahnya suara burung berkicau," pungkas Bamsoet. [USU]