Dark/Light Mode

Soal Tiket Capres

Siapa Pun Sulit Nongol Tanpa Restu Dari Parpol

Jumat, 10 Desember 2021 07:15 WIB
Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio. (Foto: Istimewa)
Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua umum partai politik menjadi pemegang kendali proses pencalonan presiden maupun wakil presiden. Jadinya, sangat sulit bagi tokoh nasional ikut ajang Pilpres 2024.

“Perlu diingat, Presidential Threshold (Preshold) 20 persen ini membuat parpol punya kuasa atas pencalonan. Jadi mereka akan wait and see siapa capres yang akan diusung,” ujar pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio di jejaring Twitter-nya @satriohendri, kemarin.

Baca juga : Elektabilitas Capres 2024, Prabowo Subianto Bersaing Ketat Dengan Ganjar Pranowo

Menurutnya, melihat hasil survei yang menjamur di bursa capres belakangan ini, ada dua capres potensial. Pertama, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Meski Ganjar merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai pemenang pemilu, namun belum tentu mendapatkan tiket dari partainya. Apalagi Anies Baswedan, yang masuk kategori tokoh nonparpol.

Baca juga : Bamsoet Resmikan Sirkuit Nasional Zabaq Jambi

“Sebab Anies, Ganjar atau Hensat (Hendri Satrio) sekalipun, nasibnya sama, nggak punya tiket, nggak bisa maju pilpres dan sangat tergantung parpol. Tersandera kita nih. Bila begitu, bagaimana kira-kira?” tantangnya.

Pengamat yang aktif berkomentar di dunia maya ini mengaku tak habis pikir melihat tingkah netizen pendukung Anies dan Ganjar yang terkesan saling serang. Baginya, tingkah politik ini salah alamat. Kalau cerdas, netizen tentu menekan parpol untuk memberikan tiket capresnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.