Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bamsoet Apresiasi Sikap Terbuka Luhut Terkait Pengadaan PCR

Minggu, 7 Nopember 2021 15:52 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengapresiasi sikap keterbukaan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terkait tuduhan bisnis PCR. Menurut politisi yang akrab disapa Bamsoet ini, klarifikasi dan keterbukaan yang disampaikan Komandan PPKM Jawa-Bali itu sangatlah tepat.

"Kita tentu tidak ingin adanya disinformasi yang berdampak pada kegaduhan di masyarakat. Sehingga, Presiden Joko Widodo dan para menterinya bisa fokus mengatasi pandemi Covid-19, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional," ujar Bamsoet, di Jakarta, Minggu (7/11).

Berita Terkait : Gandeng Pegadaian, Traveloka Luncurkan Tabungan Emas

Sebelumnya, Luhut menegaskan, tidak pernah sedikit pun mengambil keuntungan pribadi dari bisnis yang dijalankan PT Genomik Solidaritas Indonesia dalam pengadaan alat PCR. Keuntungan dari GSI banyak digunakan untuk memberikan tes Swab gratis ke masyarakat yang kurang mampu serta tenaga kesehatan, termasuk di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet. Hingga saat ini, tidak ada pembagian keuntungan baik dalam bentuk dividen maupun dalam bentuk lain kepada pemegang sahamnya.

Bamsoet menyatakan, mendukung kehadiran korporasi ataupun perseorangan yang membantu sebagian beban Pemerintah melakukan tracking dan tracing masyarakat melalui ketersediaan PCR/Antingen. Namun, syaratnya tidak membebankan masyarakat. 

Berita Terkait : Jatim Belum Siap Buka Pintu Masuk Kepulangan PMI

Menurut Bamsoet, di awal-awal pandemi, harga PCR memang sangat mahal. Harganya bisa mencapai 100-180 dolar AS (setara Rp 1,4 juta hingga Rp 2,5 juta), dan proses hasilnya bisa memakan waktu sekitar 1 minggu.

"Sekarang, bisa lebih cepat, hanya dalam hitungan jam sudah bisa diketahui hasilnya. Melalui peran swasta, harga tes PCR perlahan bisa turun hingga di bawah Rp 300 ribu," kata Bamsoet.

Berita Terkait : Jokowi Apresiasi Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Prancis

Kepala Badan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia ini menuturkan, saat ini ekonomi sudah mulai bergerak dan berangsur pulih. Hampir 185 juta masyarakat Indonesia sudah menerima vaksin yang diharapkan dapat memberikan dampak herd immunity. Namun, Pemerintah dan masyarakat tetap harus mewaspadai gelombang ketiga varian Covid-19, seperti terjadi di Rusia, Inggris, dan beberapa negara di Eropa.

"Saya mengapresiasi kinerja pemerintahan Presiden Jokowi, peran swasta seperti Kadin Indonesia, dan semua pihak yang telah bekerja,sama saling bantu dalam menurunkan angka positif Covid-19 di Indonesia. Saya berharap, Pemerintah tidak lagi mengeluarkan kebijakan yang memberatkan masyarakat di tengah keterpurukan daya beli dan ekonominya akibat pandemi Covid-19. Mari kita dukung Pemerintah dan ikuti anjuran untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Semoga pandemi Covid-19 segera bertransformasi menjadi endemik," pungkas Bamsoet. [USU]