Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gerindra Janji Perjuangkan Hak Politik Penyandang Disabilitas

Selasa, 14 Desember 2021 08:04 WIB
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim S. Djojohadikusumo, di acara peringatan Hari Disabilitas yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (13/12). (Foto: Ist)
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim S. Djojohadikusumo, di acara peringatan Hari Disabilitas yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (13/12). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Gerindra konsisten memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas di Tanah Air. Termasuk hak politik. Hak memiilih dan dipilih di pesta demokrasi itu harus terjamin demi terciptanya kesejahteraan rakyat.

“Dan untuk memperkuat komitmen ini, Gerindra membutuhkan semangat, dan dukungan teman-teman disabilitas," ujar Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim S. Djojohadikusumo, di acara peringatan Hari Disabilitas yang digelar di Hotel Bidakara, di Jakarta, Senin (13/12).

Adik Ketua Umum (Ketum) Prabowo Subianto ini menceritakan, kegiatan dengan menghadirkan 21 organisasi penyandang disabilitas ini merupakan bagian ikhtiar politik partai untuk konsisten memperjuangkan hak-hak disabilitas.

Hashim menegaskan, partainya terus berupaya agar penyandang difabel yang konon jumlahnya di Tanah Air mencapai lebih dari 20 juta dapat tersalurkan hak politiknya. Suara politik itu, tentu diharapkan dapat lebih mensejahterakan kaum difabel dalam bentuk kebijakan publik.

Berita Terkait : NOC Indonesia Siap Perjuangkan Angkat Besi Di Olimpiade 2028

"Gerindra sebagai partai politik konsisten memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas, termasuk hak politik untuk memilih dan dipilih sebagaimana amanat Undang-Undang Penyandang Disabilitas No 8 Tahun 2016," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Wakil Ketua MPR itu menilik data Komisi Pemilihan Umum (KPU), bahwa jumlah penyandang disabilitas itu sebanyak 1.247.730 pemilih di Pemilu 2019 lalu. Rinciannya, tunadaksa sebanyak 83.182 pemilih, tunanetra sebanyak 166.364 pemilih, tunarungu sebanyak 249.546 pemilih, tunagrahita sebanyak 332.728 dan disabilitas yang masuk kategori lainnya sebanyak 415.910 pemilih.

"Jadi bisa dibayangkan pentingnya suara para penyandang disabilitas dimana proses dan prosedur pemilihan harus menjadi perhatian pelaksana pemilu," ujar Muzani.

Lebih dalam lagi, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Sosial, dr. Sumarjati Arjoso menganalogikan pemerintah sudah on the track dalam upaya memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas. Indikatornya, terbentuk Komisi Nasional Disabilitas (KND).

Berita Terkait : Kominfo Bakal Perketat Pengawasan Untuk Jaga Ruang Digital

Pun, Presiden Jokowi sudah melantik tujuh Komisioner KND di Istana Negara pada 1 Desember 2021. "Pembentukan KND merupakan bukti nyata bahwa pemerintah jelas dan tegas dalam memperhatikan perlindungan dan penghormatan hak-hak penyandang disabilitas," ujar Sumarjati.

Dijelaskannya, KND adalah realisasi Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan diperkuat oleh Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2020 tentang Komisi Nasional Disabilitas. Sumarjati melanjutkan, kegiatan ini menunjukan bahwa komitmen Gerindra terhadap disabilitas merupakan komitmen yang berkesinambungan dan terus menerus.

"Sebagai partai politik, Gerindra akan terus membela hak hak dari penyandang disabilitas. Memastikan negara selalu memberikan ruang serta kepentingan-kepentingan para penyandang disabilitas di Indonesia," tutupnya.

Untuk diketahui, acara ini dilakukan dengan konsep Webinar. Pun, dihadiri sejumlah anggota DPR Fraksi Gerindra seperti Kapoksi Komisi VIII DPR Abdul Wachid dan Renny Astuti. Serta komunitas-komunitas disabilitas yang hadir secara fisik maupun virtual.

Berita Terkait : Prediksi Pengamat Politik, Akan Ada 3 Capres Di 2024

Kegiatan ini, digelar dalam rangka memperingati Hari Penyandang Disabilitas Internasional 3 Desember lalu yang mengusung tema Leadership and Participation of Persons with Disabilities Toward an Inclusive, Accessible and Sustainable Post-Covid-19 World. [BSH]