Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) akhirnya menggelar Kongres XVI. Kongres digelar mulai hari ini, Jumat (8/4), hingga Minggu (10/4) mendatang. Pembukaan kongres bertema "Pemuda Satu-Indonesia Maju". #Satu Kongres Satu KNPI" itu, dilaksanakan di Hotel Sultan, Jakarta.
Ketua SC Kongres XVI KNPI Rizal Akbar Tanjung mengatakan, kongres itu merupakan kongres penyatuan dari beberapa DPP KNPI. Seperti diketahui, terjadi perpecahan di tubuh DPP KNPI. Kini, tiga DPP KNPI bersatu untuk menggelar Kongres XVI.
"Kongres ke XVI ini memiliki legitimasi yang kuat. Karena kita mempunyai SK Kemenkumham, yakni Noer Fajrieansyah," ujar Rizal, kepada wartawan, Jumat (8/4).
Baca juga : Menpora Jempolin LIB Dan PSSI Sukses Gelar Kompetisi Di Masa Pandemi
Soal kandidat bakal calon ketua umum, menurutnya, Pokja mencatat ada empat orang yang mendaftar dan mengambil formulir. Sementara yang mengembalikan, baru tiga orang.
"Sampai saat ini Pokja Bakal Calon Ketua Umum masih dalam proses memverifikasi dokumen dari calon. Nanti akan diputuskan dalam forum, apakah ketiga orang ini memenuhi persyaratan untuk menjadi bakal calon ketum. Prosesnya seperti itu," terangnya.
Sementara itu, Sekjen DPP KNPI Addin Jauharudin menambahkan, Kongres KNPI ini punya dasar hukum dan legitimasi yang jelas lantaran dihadiri oleh seluruh pemilik suara.
Baca juga : Gelar Silatnas, KNPI Mantapkan Konsolidasi Jelang Kongres
"Baik itu DPD Provinsi maupun pimpinan OKP. Jadi kita berharap pasca kongres penyatuan ini tidak ada kongres lagi yang mengatasnamakan KNPI. Bahwa kita cukup sampai di sini. Dengan narasi besar, kita bentuk sebagai kongres penyatuan KNPI," ujar Addin.
Ia menjelaskan, semangat adanya penyatuan ini didasari pada kebutuhan semua stakeholder. Baik itu KNPI yang terpecah, pemilik suara, DPD maupun pimpinan OKP.
"Bahwa memang pecah belahnya KNPI tidak menguntungkan semua pihak. Justru merugikan terhadap pengembangan potensi para pemuda, juga pengembangan organisasi kepemudaan yang berafiliasi di KNPI," ingatnya.
Baca juga : Siang Ini, Presiden Jokowi Buka Kongres KSPSI Ke X
Karena kebutuhan itulah, menurut Addin, penyatuan KNPI mutlak dilakukan. Dia bersyukur kongres penyatuan ini bisa digelar.
"Kita bersyukur pada kesempatan hari ini, selama tiga hari, semua sudah meredakan egonya, keakuannya, masing-masing. Sehingga kemudian semuanya melebur menjadi satu dalam satu penyatuan kongres. Kita apresiasi," beber Addin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya