Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Suratkabar New York Times (NYT) dilaporkan menarik seluruh korespondennya di Rusia. Menandai pertama kalinya dalam satu abad, New York Times tak memiliki wartawan di Negeri Beruang Merah.
"Ini adalah hari tersedih dalam sejarah @nytimes di Moskow. Seluruh koresponden ditarik dari Rusia. Sejak 1921, kami selalu memiliki wartawan di Rusia, dengan satu atau dua interupsi singkat karena masalah visa. Bukan karena Stalin, atau Perang Dingin. Tak ada yang mengusir kami," cuit mantan Kepala Biro New York Times, Neil MacFarquhar seperti dikutip CNN, Rabu (9/3).
Baca juga : Kemenperin Targetkan Subtitusi Impor 35 Persen Bisa Tercapai Tahun Ini
New York Times mengumumkan penarikan seluruh wartawannya dari negara yang dipimpin Vladimir Putin pada Selasa (9/3), dalam sebuah pernyataan yang mengutip aturan baru Rusia.
Aturan tersebut dapat mengkriminalkan wartawan yang melaporkan invasi Moskow di Ukraina, dengan istilah perang.
Baca juga : Badan Didorong, Jari Dicelup Tinta
"Undang-Undang baru Rusia dapat mengkriminalkan pelaporan berita yang independen dan akurat tentang perang melawan Ukraina. Demi keselamatan dan keamanan staf editorial yang bekerja di wilayah tersebut, kami menarik mereka dari Rusia, untuk saat ini," kata Juru Bicara New York Times Danielle Rhoades Ha. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya