Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
Selain itu, ditambahkan Ace, koalisi itu dibentuk untuk mengakhiri polarisasi masyarakat yang masih ada setelah 2 kali Pilpres, yakni pada 2014 dan 2019.
Baca juga : Digagas Airlangga, Golkar-PAN-PPP Mau Koalisi 2024?
"Tiga partai yang berkumpul sepakat bahwa dalam Pemilu 2024 nanti kita tidak boleh mengalami atau terjebak pada hal yang sama. Kami ingin pemilu menjadi ajang kontestasi ide, gagasan, track record, dan prestasi," tegasnya.
Baca juga : KBRI Jepang Gelar Resepsi Untuk JK & Yusron Penerima Bintang Jasa
Kalau pun ada persaingan, maka hal itu harus berbentuk persaingan yang sehat yang usai setelah pemilu berakhir. "Untuk itu kami namakan koalisi ini sebagai Koalisi Indonesia Bersatu. Karena kalau mau membangun, mau maju, mau makmur, tidak akan bisa diperoleh secara maksimal kalau kita tidak kembali bersatu," jelas Ace.
Baca juga : Srikandi Indonesia Gulung Jerman
Ace pun menyatakan, koalisi yang dibentuk pihaknya bersifat sangat inklusif. Menurutnya, pihaknya masih sangat terbuka untuk bekerja sama dengan parpol lain. "Karena yang menyatukan kami adalah kesepakatan gagasan dan ide untuk membangun Indonesia," tandasnya. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya