Dark/Light Mode

Tanggapi Manuver Bos PBNU

PKB Pede Nahdliyin Cerdas Pilih Parpol

Selasa, 21 Februari 2023 07:55 WIB
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid. (Foto: Dok. MPR)
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid. (Foto: Dok. MPR)

 Sebelumnya 
Sementara, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai, meski pernyataan Gus Yahya itu dalam suasana bercanda, namun bisa dimaknai lain.

“Tetap saja serius, penuh makna, karena disampaikan dalam narasi inklusivitas. Bahwa warga NU boleh memilih partai apa saja. Ini mengancam PKB sebagai partai berbasis nah­dliyin terbesar,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dikatakan, konsekuensi dari pernyataan Gus Yahya soal tidak haram warga NU mencoblos PAN, berdampak pada kemungkinan tergerusnya suara PKB dalam Pemilu 2024. Apalagi jika tak ada persiapan mengantisipasi migrasi suara ke partai-partai lain.

Salah satunya dengan mendorong PKB mencapreskan atau mencawapreskan kader NU yang memiliki elektabilitas tinggi. Dengan begitu, nahdliyin punya alasan fundamental untuk tetap memilih PKB.

Baca juga : Cawapres Favorit Musra, Moeldoko Patut Jadi Pilihan Parpol

“Atau tak beralih ke partai lain menimbang ada sosok mereka yang mewakili kelak di Pilpres,” katanya.

Menurutnya, pernyataan Gus Yahya itu semakin mengkonfirmasi, relasi dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berada dalam titik terendah. Bila tak dikelola dengan baik bisa berdampak pada kerja politik PKB ke depan.

Di luar itu, ini kepiawaian Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam berkomunikasi politik dan itu buktikan dalam konteks PAN turut merayakan Harlah 1 Abad NU.

“Manuver Zulhas ini relevan, karena Gus Yahya sedari awal ingin menjadikan NU rumah bagi semua,” pungkasnya.

Baca juga : Mau IPO, BMBL Pede Pangsa Pasar Bimbel Masih Besar

Sebelumnya, Gus Yahya me­nyebut hukum memilih PAN tidak haram bagi nahdliyin. Meskipun, PAN didirikan dari basis Muhammadiyah.

“Sebagai Ketua Umum PBNU, harus katakan warga NU tidak haram mencoblos PAN,” kata Gus Yahya saat menghadiri acara Simposium Satu Abad NU yang digelar PAN di Hotel Sheraton, Surabaya, Sabtu (18/2).

Gus Yahya menegaskan, pernyataan ini bukan berarti mengampanyekan PAN. Gus Yahya bahagia lantaran PAN mampu bertransformasi menjadi partai rasional.

“Sekarang semuanya terbuka. Nggak mungkin PAN dan Muhammadiyah bernyanyi Ya Lal Wathon (mars NU). Tapi tadi dinyanyikan. Walaupun tetap saja lah PAN itu tetap menjadi Partai Amanat Nasional, dan tidak harus berubah menjadi Partai Akan NU (PAN),” canda Gus Yahya, disambut tawa hadirin.

Baca juga : Firli Cs Pilih Bertahan

Zulhas senang dengan per­nyataan Gus Yahya yang menye­but warga NU tidak diharamkan memilih PAN.

“Mudah-mudahan acara ini membawa manfaat, PAN dapat untung ya itu alhamdulillah. Yang paling penting sudah ada fatwa tadi dari Ketua Umum PBNU pilih PAN tidak haram (bagi nahdliyin),” tutur Zulhas. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.