Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pelantikan RI 1-RI 2, 20-10, 14.30, Demo Dilarang !

Selasa, 15 Oktober 2019 07:24 WIB
Presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (kanan) dan KH Maruf Amin. (Foto: Randy Tri Kurniawan/Rakyat Merdeka).
Presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (kanan) dan KH Maruf Amin. (Foto: Randy Tri Kurniawan/Rakyat Merdeka).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden ditetapkan 20 Oktober, pukul 14.30 WIB. Agar pelantikan berjalan kondusif, mulai hari ini hingga hari H, Polisi dan TNI melarang aksi demonstrasi.

Kalau ada yang masih nekat, akan dibubarkan oleh 30 ribu personel TNI-Polri yang sudah disiapkan.

Waktu pelantikan itu diputuskan dalam Rapat Gabungan MPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.

Pukul 14.30 dianggap paling ideal. Masyarakat masih bisa menikmati car free day di pagi hari di Jalan Sudirman-Thamrin.

Berita Terkait : Minta Pimpinan MPR Jadi 10, PPP Dilawan Kawan

Umat Kristiani juga bisa menjalankan kebaktian. Sedangkan untuk Umat Muslim, waktu tersebut tidak terlalu mepet dengan magrib.

“Kami sudah memutuskan dan menyetujui pelantikan Presiden dan Wakil Presiden hasil Pemilu 2019 untuk periode 2019-2024 dilaksanakan 20 Oktober, pukul 14.30,” ujar Ketua MPR, Bambang Soesatyo, kemarin.

Dia berharap, tidak ada lagi aksi mahasiswa menjelang dan saat pelantikan Presiden dan Wapres itu.

“Bukannya MPR ingin melarang, namun sebagai sesama anak bangsa, kami mengetuk kebesaran hati adik-adik mahasiswa maupun masyarakat yang ingin berdemonstrasi di acara pelantikan, bisa mengatur ulang demonstrasinya ke lain waktu.

Berita Terkait : Tentukan Idul Fitri 2019, Kemenag Gelar Sidang Isbat Senin Depan

Sehingga proses pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Presiden-Wakil Presiden bisa berjalan khidmat.

Ini juga menyangkut nama baik bangsa di mata dunia,” ucapnya. Presiden Jokowi setuju dengan jadwal itu.

“Tentunya karena supaya semuanya berjalan baik,” ujar Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Eks Sekjen PDIP itu membantah, pergeseran waktu pelantikan ini lantaran mempertimbangkan masalah keamanan.

Baca Juga : Rajin Ketemu Bos Parpol, Prabowo Sulit Ditebak

Jika pelantikan dilakukan pada Minggu pagi, masih banyak masyarakat yang beraktivitas. Baik ibadah, maupun mengikuti beragam kegiatan di car free day.

Pramono meyakini, pelantikan berjalan aman. Pelantikan Presiden dan Wapres adalah prioritas. Apalagi, banyak tamu negara. Baik pejabat negara maupun dari negara lain.

“Kami meyakini Polri dan TNI pasti akan siap untuk mengamankan,” tuturnya.
 Selanjutnya