Dark/Light Mode

Mendadak Mundur Dari Ketum Golkar

Ada Apa Dengan Airlangga

Senin, 12 Agustus 2024 08:20 WIB
Airlangga Hartarto saat mengumumkan pengunduran dirinya dari Ketua Umum Golkar. Airlangga menyampaikannya dalam bentuk video, yang disebar, Minggu, (11/8/2024). (Foto: Istimewa)
Airlangga Hartarto saat mengumumkan pengunduran dirinya dari Ketua Umum Golkar. Airlangga menyampaikannya dalam bentuk video, yang disebar, Minggu, (11/8/2024). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Setelah mengumumkan secara resmi pengunduran dirinya, Airlangga terpantau meninggalkan rumah dinas Menteri di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, pada pukul 13.15 WIB.

Airlangga pamit kepada kerabatnya, lalu menuju Bandara Halim Perdana Kusuma dan terbang ke Balikpapan menuju Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai alasan pengunduran dirinya, Airlangga enggan komentar. Dia memilih meninggalkan lokasi menggunakan mobil hitam.

Keputusan Airlangga yang tiba-tiba itu rame dikomentari di dunia nyata hingga di dunia maya. Di jejaring X, kata kunci “Golkar” dan “Airlangga Hartarto” langsung trending topic. Warganet banyak yang mempertanyakan ada apa dengan Airlangga.

Baca juga : Bahlil, AGK, Bamsoet Ada Di Urutan Atas

Politisi senior Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan tidak mau berspekulasi soal keputusan Airlangga.

“Itu hak beliau untuk mundur,” kata Luhut, di sela peninjauan gedung kementerian koordinator di IKN, Minggu (11/8/2024).

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengungkapkan sejumlah alasan mengapa Airlangga mundur dari jabatannya. Menurutnya, Airlangga mundur demi mempertimbangkan soliditas di internal Golkar.

“Dan juga menjadi bagian untuk menciptakan situasi kondusif di dalam masa transisi pemerintah di masa yang akan datang,” ujar Doli, di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Minggu (11/8/2024).

Baca juga : Zul: Berpolitik Jangan Baperan

Menurut Doli, Airlangga perlu berkonsentrasi lebih banyak di kabinet Presiden Jokowi sebagai Menko Perekonomian. Mengingat, kinerja Airlangga lebih dibutuhkan kabinet untuk mengantarkan masa transisi dari pemerintahan Jokowi ke Presiden terpilih Prabowo Subianto.

“Karena banyak sekali program-program disiapkan sebagai program lanjutan untuk menjaga kesinambungan visi misi program 2 periode Jokowi-Ma’ruf Amin dan kemudian ke depan Pak Prabowo dan Pak Gibran,” tuturnya.

Ia pun membantah terjadi keretakan di internal Golkar, sehingga membuat Airlangga harus mundur sebelum waktunya. “Enggak, saya kira ya selama ini solid,” tuntasnya.

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno mengaku kaget dengan mundurnya Airlangga secara tiba-tiba. Padahal, masa jabatannya baru berakhir pada Desember 2024 mendatang, setelah terpilih kembali menjadi Ketum Golkar untuk dua periode pada Munas 2019.

Baca juga : Firman Soebagyo: Semua Biaya Yang Timbul Dibebankan Ke Pembeli

Ditambah lagi, kata Adi, selama Airlangga menahkodai Golkar punya sederet prestasi. Karena berhasil membawa partai menjadi runner up di Pileg 2024 dan sukses mengantarkan Prabowo-Gibran menjadi pemenang Pilpres 2024.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 12 Agustus 2024 dengan judul Mendadak Mundur Dari Ketum Golkar, Ada Apa Dengan Airlangga

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.