Dark/Light Mode

FGD STIA LAN Jakarta

Pemilu Berkualitas Jika Politik Uang Diberantas

Selasa, 10 September 2024 17:12 WIB
Anggota DPR Fraksi Golkar Agun Gunandjar Sudarsa saat Focus Group Discussion bertajuk Pembangunan Partai Politik dan Demokrasi Indonesia Emas 2045 Dalam Perspektif Administrasi Publik yang digelar Ikatan Alumni Politeknik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) Jakarta, Pejompongan, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2024). Foto: Istimewa
Anggota DPR Fraksi Golkar Agun Gunandjar Sudarsa saat Focus Group Discussion bertajuk Pembangunan Partai Politik dan Demokrasi Indonesia Emas 2045 Dalam Perspektif Administrasi Publik yang digelar Ikatan Alumni Politeknik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) Jakarta, Pejompongan, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Sudah menjadi rahasia umum bahwa Pemilu 2024 menjadi ajang menjamurnya money politics. Sebab itu, perlu sebuah rumusan agar Pemilu 2029 lebih baik dari yang kemarin.

Ketua Umum Ikatan Alumni Politeknik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) Jakarta Agun Gunandjar Sudarsa peduli terhadap kemajuan bangsa.

Karenanya, ia menginisiasi digelarnya Focus Grous Discussion (FGD) dengan tema Pembangunan Partai Politik dan Demokrasi Indonesia Emas 2045 Dalam Perspektif Administrasi Publik.

"Kita berharap Pemilu Kepala Daerah, dan Pemilu 2029 harus jauh lebih berkualitas. Harus bisa memberikan optimisme, meniadakan kecemasan-kecemasan yang terjadi pada hari ini," ujar Agun di Gedung Graha Maharti Bhakti Nagari, Jakarta, Selasa (10/9/2024).

Baca juga : Agun: Fungsi Kepartaian Berjalan, Indonesia Emas 2045 Terwujud

Untuk mewujudkan harapan itu, perlu FGD lanjutan. Tema besarnya masih sama, yakni Pembangunan Partai Politik dan Demokrasi Indonesia Emas 2045 Dalam Perspektif Administrasi Publik. Namun, fokus pembahasannya akan lebih spesifik.

Misalnya, bagaimana mempersiapkan langkah-langkah konsolidasi partai politik (parpol), bagaimana dalam 5 tahun ke depan kita dorong parpol-parpol agar menjalankan fungsi kepartaiannya secara efektif.

Dengan hal-hal seperti itu, eksistensi parpol bisa berjalan dengan baik. Hasilnya, bisa membuat bangsa dan negara lebih maju, khususnya dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Sehingga tidak ada lagi proses rekruitmen yang ujug-ujug," sindir Agun.

Baca juga : Janji Pemain Brazil Bikin Banyak Gol Bareng Pesut Etam

Jika dicermati, ulasan Agun benar adanya. Hal itu terbukti dari laporan KPU terkait Pilkada yang melawan kotak kosong. Meski telah diperpanjang masa pendaftarannya, terdapat 41 daerah yang melawan kotak kosong.

Fenomena ini merupakan kegagalan parpol dalam menyiapkan pemimpin di daerah. Sebab itu, pada FGD selanjutnya STIA LAN akan fokus mempersiapkan agar Pemilu 2029 sesuai dengan hakikat demokrasi.

Di antaranya merumuskan gagasan agar penyelenggara Pemilu benar-benar mampu menjalan asas, tujuan, dan prinsip penyelenggaraan Pemilu sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

"Bagaimana yang namanya KPU dan Bawaslu betul-betul menjadi lembaga yang betul-betul mampu menjalankan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil," cetus Agun.

Baca juga : Nasib Politik Kaesang Masih Misteri

Lagipula, sudah menjadi rahasia umum bahwa Pemilu 2024 penuh dengan money politics.

Kata Agun, fenomena ini merupakan masalah yang harus segera ditangani. Ia mencontohkan ada artis terkenal gagal menuju Senayan, karena tidak "nyawer".

Sebaliknya, ada orang tak dikenal, baru pertama kali menjadi calon legislatif, dan tidak turun ke daerah pemilihan (dapil), tapi terpilih menjadi wakil rakyat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.