Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - PDI Perjuangan (PDIP) enggan menyebut kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka terlalu gemuk dalam ukuran Pemerintahan.
Penambahan jumlah menteri pada Kabinet Merah Putih (KMP) itu pasti melalui pertimbangan matang. "Kalau kemudian belum apa-apa kita memvonis kabinet Presiden terlalu gemuk, nanti kita akan bias. Belum apa-apa sudah divonis. Beri kesempatan kerja dulu, dan pasti Bapak Presiden pasti juga akan mengevaluasi," kata Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, di Jakarta.
Politisi asal Sumenep ini optimis, Prabowo akan melakukan evaluasi rutin atas kinerja para menterinya. Dalam hal ini, dia menyarankan, sebaiknya secara berkala. Misalnya, per enam bulan. Sehingga, akan diketahui efektifitas kinerjanya.
Baca juga : Joki Publikasi-Jurnal Predator Harus Disikat Sampai Tuntas
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR ini juga meyakini, Prabowo telah memperhitungkan secara detail sebelum memutuskan menambah jumlah kabinet. Said berharap, para menteri dan wakil menteri bisa langsung bekerja mewujudkan visi-misi Prabowo.
"Artinya, presiden sudah memperhitungkan tentang arah kebijakan yang mau dicapai dalam waktu tempo yang sesingkat-singkatnya, secepatnya-cepatnya, karena Presiden akan ngebut bekerja," katanya.
Intinya, Fraksi PDIP di DPR akan mendukung kabinet Pemerintahan Prabowo dari sisi anggaran. Sebab, terdapat dana cadangan APBN untuk memenuhi kebutuhan kementerian terutama kementerian baru.
Baca juga : Diungkap Bawaslu, Para Cagub DKI Jakarta Kurang Dikenal Anak Muda
"Nah, dari sisi anggaran kami memang mempersiapkan untuk anggaran itu, di dana cadangan yang dibolehkan Undang-Undang APBN, tinggal nanti kami yakin kalau ini berjalan smooth sesuai yang diinginkan Bapak Presiden," paparnya.
Selain itu, Said menegaskan, posisi partainya saat ini adalah mendukung Pemerintahan Prabowo-Gibran tetapi melalui jalur parlemen atau DPR-RI. "Ya, kan clear, yang disampaikan Mbak Puan (Ketua DPP PDIP). Kami mendukung Pemerintah lewat jalur Parlemen, walaupun kami tidak ada kader di kabinet," katanya.
Diketahui, Kabinet Merah Putih berjumlah 48 kementerian, jauh lebih banyak ketimbang kabinet Joko Widodo yang berjumlah 34 kementerian. Susunan kabinet Prabowo disebut sebagai kabinet paling gemuk sejak Orde Baru hingga Reformasi.
Baca juga : Ketuanya 20, Wakil Ketua 80
Dalam susunan kabinet itu, tidak ada kader PDIP meski sebelumnya santer diisukan bergabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran. Prabowo memilih Budi Gunawan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Budi konon merupakan representasi PDIP, tetapi Puan menepis kabar itu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya