Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wacana Pilpres & Pileg Digelar Terpisah
Masyarakat Harus Lebih Tahu Calon Pemimpinnya
Jumat, 22 November 2024 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tengah mendalami wacana yang dilemparkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bahwa Pemilu Legislatif (Pileg), dan Pemilu Presiden (Pilpres), tidak berjalan di tahun yang sama dengan Pilkada Serentak 2024. Tujuannya, agar masyarakat lebih mengenal calon pemimpinnya.
“Ini masukan banyak pihak yang dalam banyak aspek sangat rasional dan membuat pemilu berjalan lebih baik dan berkualitas,” ujar Ketua DPP PKB, Daniel Johan, di Jakarta, Kamis (21/11/2024).
Daniel mengamini, Pemilu 2024 penuh sesak gelaran pesta demokrasi. Mulai dari Pileg dan Pilpres yang dilakukan berbarengan. Selang 9 bulan, atau di tahun yang sama, rakyat kembali memilih calon pemimpin daerahnya masing-masing secara serentak.
Baca juga : Kapolri-Panglima TNI Cek Lahan Di Jateng
Legislator dari daerah pemilihan Kalimantan Barat 1 ini, berdalih, masyarakat pastinya lebih memiliki waktu panjang ketika Pilkada di gelar lebih lama lagi dari euforia Pileg dan Pilpres. Pun, calon kepala daerah, lebih matang lagi dalam persiapan maju menuju arena Pilkada. “Agar masyarakat lebih fokus mengenal calon-calon yang maju,” katanya.
Daniel menyebut, PKB tentu terbuka atas berbagai usulan agar proses demokrasi berjalan denganbaik. Hal itu agar nantinya masyarakat bisa dipimpin sosok yang tepat dan berkualitas.
“Tapi PKB terbuka selain dari Bawaslu, untuk mendapat masukan dari masyarakat luas dan para ahli. Termasuk, dari dunia kampus, agar Pemilu dan Pilkada benar-benar bisa menghasilkan kepemimpinan dan wakil rakyat yang terbaik secara berkualitas,” pungkasnya.
Baca juga : Tiga Cagub DKI Berkomitmen Gelar Pilkada Damai & Aman
Sebelumnya, Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja mengatakan Pemilu dan Pilkada seharusnya tidak digelar bersamaan dalam satu tahun. Usulan itu telah disampaikan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Bagja mulanya mengatakan dirinya telah menyampaikan kepada pemerintah mengenai keluhan-keluhan jajaran Bawaslu. Dia kemudian mengatakan petugas Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang kelelahan saat Pemilu dan Pilkada disatukan. Dia menyebut banyak Panwascam Pemilu yang tak dapat melanjutkan tugas di Pilkada.
“Tadi sudah kami sampaikan juga ke Pemerintah bahwa teman-teman merasakan hal yang capek tidak ketika Pemilu dan Pilkada disatukan?” kata Bagja.
Baca juga : Kondisi Jakarta Aman, Stabil Dan Terkendali
“Tidak? Wah, kasihan Panwascam itu capek. Apalagi Panwascam juga harus berpindah dari Pemilu ke Pilkada banyak panwascam di Pemilu yang tidak hadir di Pilkada kan,” tambahnya.
Demikian disampaikan Bagja saat Apel Siaga Pengawasan Tahapan Masa Tenang, Pemungutandan Penghitungan Suara Pemilihan tahun 2024 di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2024).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya