Dark/Light Mode

Gerindra Banggai Minta Polisi Segera Adili Terduga Pelaku Persekusi Kader Mereka

Selasa, 22 April 2025 14:10 WIB
Aaksi damai DPC Gerindra Banggai di depan Mapolres Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (21/4/2025). (Foto: Dok. Gerindra Banggai)
Aaksi damai DPC Gerindra Banggai di depan Mapolres Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (21/4/2025). (Foto: Dok. Gerindra Banggai)

RM.id  Rakyat Merdeka - DPC Partai Gerindra Kabupaten meminta Polres Banggai bergerak cepat menangani kasus dugaan persekusi yang alami dua kader mereka. Permintaan ini disampaikan dalam aksi damai di depan Mapolres Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (21/4/2025). Aksi ini dipimpin Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Banggai Wardani Murad Husain. Peserta aksinya adalah anggota Fraksi Gerindra DPRD Banggai dan ratusan kader Gerindra Banggai.

Aksi persekusi yang dimaksud dialami dua anggota DPRD Banggai, Lutpi Samaduri dan Suwardi Agis, pada 5 April lalu, di Kecamatan Toili. Rumah keduanya didatangi sekelompok orang, yang melakukan sidak dan merampas berkas-berkas. Kejadian ini terkait dengan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Banggai.

Dalam aksi tersebut, di hadapan Kapolres Banggai, Wardani Murad menyuarakan aspirasi dan menuntut keadilan. "Kader Gerindra datang di Polres Banggai untuk meminta keadilan. Sebagai negara hukum, jika kasus persekusi ini dibiarkan, maka bisa ada persekusi persekusi lainnya," ucap Wakil Ketua I DPRD Banggai, dalam keterangannya, Selasa (22/4/2025).

Baca juga : Pimpinan DPRD Banggai Minta Pelaku Persekusi 2 Caleg Gerindra Segera Diadili

Dia melanjutkan, jika anggota DPRD saja bisa dipersekusi, apalagi rakyat biasa. “Ironisnya, persekusi itu terjadi di rumah mereka. Olehnya, kami menuntut keadilan kepada Polres Banggai," tegasnya.

Wardani meminta Polres Banggai segera mengadili para terduga pelaku persekusi tersebut. “Saya melihat video persekusi itu menangis. Ini pesta demokrasi, kenapa kader kami dipersekusi seperti binatang,” ucapnya.

Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Banggai Masnawati menambahkan, kehadirannya di Polres Banggai sebagai bentuk solidaritas. “Sebagai kader Gerindra kami merasa dilecehkan (atas kasus persekusi itu)," ucapnya.

Baca juga : Belum Prima, Bule Nggak Mau Maksa Diri Segera Bela Persib

Ia menegaskan, keberadaan kader Gerindra di Toili saat jelang PSU adalah perintah partai. "Kami punya hak untuk bebas berpolitik, termasuk anggota Dewan. Dua rekan kami, saudara kami yang juga anggota Dewan, ditugaskan dalam PSU, dipersekusi," bebernya.

Ia meminta Polres Banggai mengusut tuntas kasus dugaan persekusi yang dialami dua kader Gerindra. "Kehadiran kami di sini tak lain untuk mencari sebuah keadilan,” ucapnya.

Menanggapi aksi ini, Kapolres Banggai AKBP Putu Hendra Binangkari, memastikan, semua proses hukum berjalan sebagai mestinya dan profesional. “Saat ini masih berjalan. Mulai dari penerimaan laporan, pemeriksaan saksi, terlapor dan kami melakukan pemanggilan terduga pelaku," kata Putu.

Baca juga : Bersalah Gelapkan Dana, Politisi Prancis Marine Le Pen Nggak Bisa Nyapres

Putu menerangkan, setelah pemeriksaan terhadap terduga pelaku, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status yang bersangkutan.

"Yakin ke depan akan terang permasalahan ini. Kami pastikan tidak sia-sia keringat Bapak-Ibu sekalian (melakukan aksi damai)," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.