Dark/Light Mode

Dikabarkan Bakal Masuk PSI

Ketua NasDem Sulsel Sering Ketemu Kaesang

Jumat, 9 Mei 2025 07:20 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan (Sulsel), Rusdi Masse (RMS). (Foto: Instagram/rusdimasse)
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan (Sulsel), Rusdi Masse (RMS). (Foto: Instagram/rusdimasse)

 Sebelumnya 
Tobo mengakui aktivitas RMS di internal partai memang menu­run usai Pilkada 2024. Padahal, kata dia, saat Pilkada lalu RMS beliau sangat menggelegar. “Tapi pasca Pilkada, mungkin beliau beristirahat atau fokus di DPR RI.”

Diketahui, Rusdi Masse bukan figur sembarangan di politik Sulsel. Kariernya melesat sejak awal 2000-an, bermula dari Partai Bintang Reformasi (PBR), lalu menyeberang ke Golkar, sebelum akhirnya membawa NasDem meroket di Sulsel.

Pada 2016, dia resmi ditunjuk sebagai Ketua DPW NasDem Sulsel dan dalam waktu singkat mampu menaklukkan hegemoni Golkar yang telah mengakar di provinsi itu.

Baca juga : Usut TPPU Dan Korupsi PT DPG, Kejagung Amankan Rp 6,8 T

Dalam Pemilu 2019, NasDem di bawah RMS menjadi peme­nang di Sulsel. Tren positif ber­lanjut di Pemilu 2024, di mana partai besutan Surya Paloh ini kembali mengungguli lawan-lawannya. RMS dikenal piawai membangun jaringan akar rum­put, solid di tingkat struktural, dan agresif dalam membidik kursi kepala daerah.

Namun, karier gemilang itu mulai mengalami riak ketika DPP NasDem menggeser RMS dari jabatan Ketua OKK DPP pada 2024, posisi strategis yang sebelumnya ia pegang. Jabatan tersebut kini diisi oleh Willy Aditya, yang diyakini menjadi sinyal restrukturisasi kekuatan di tubuh NasDem.

Isu RMS pindah ke PSI sebe­narnya sudah lama dibicarakan di lingkar politik Sulsel, terutama pasca Pilkada 2024 yang menun­jukkan kekuatan baru; koalisi PSI-NasDem memenangkan 14 kepala daerah. Kemenangan ini banyak dikaitkan dengan sinergi RMS dan Kaesang yang intens turun ke lapangan bersama.

Baca juga : Bulog Catat Rekor Baru

Pertemuan keduanya, yang terekam dalam berbagai agenda politik, menjadi indikasi bahwa aliansi ini akan terus berlanjut, bahkan lebih formal dalam ben­tuk kepindahan RMS ke PSI.

Analis politik dari Universitas Hasanuddin, Muhlis Madani mengatakan, jika kepindahan RMS ke PSI benar terjadi, Sulawesi Selatan bisa jadi medan tempur politik yang paling dinamis men­jelang Pilkada serentak 2029. PSI yang selama ini dianggap partai “anak muda urban” akan mendapat suntikan kekuatan dari jaringan RMS yang kuat di desa, kecamatan, dan akar tradisional politik Bugis-Makassar.

Dia menilai, langkah RMS adalah upaya menyelamatkan karir politiknya yang mulai tergeser di NasDem pusat.

Baca juga : ASN Wajib Pakai Produk Lokal Setiap Hari Kamis

“Ini langkah strategis. PSI tengah berkembang dan Kaesang butuh figur lokal yang kuat. RMS adalah jawaban untuk Sulsel,” katanya.

Muhlis mengatakan, kalau NasDem kehilangan RMS, kekuatan partai besutan Surya Paloh itu bisa pecah. “Terutama di basis-basis yang dulu milik Golkar lalu dibawa RMS ke NasDem,” tambahnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.