Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang, sejumlah nama calon ketua umum mulai bermunculan.
Partai berlambang Kabah ini akan memilih ketua umum definitif, setelah cukup lama dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum, Mardiono, pasca kegagalannya menembus ambang batas parlemen dalam Pemilu 2024.
Pengamat politik sekaligus CEO Point Indonesia Karel Susetyo menilai, Muktamar ini sebagai momentum penting bagi PPP untuk menentukan arah masa depannya.
Baca juga : Pengisian Posisi Wakil Panglima TNI, Pengamat: Politik Akomodatif Internal
Apakah mampu bangkit dan kembali ke Senayan pada Pemilu 2029, atau justru kian terpuruk menjadi partai gurem.
“Muktamar ini harus dimanfaatkan untuk memilih figur yang lurus, teruji, dan benar-benar punya komitmen membesarkan partai, bukan sekadar mencari posisi tawar di hadapan Presiden Prabowo demi kursi kabinet,” ujar Karel.
Dia mengimbau para kader dan pemilik suara sah di Muktamar mendatang agar cermat dalam memilih pemimpin, serta tidak terjebak pada kepentingan jangka pendek.
Baca juga : Jelang Muktamar PPP, DPP Tegaskan Tak Ada Pergantian Pengurus Wilayah Dan Cabang
Karel juga menyebut nama Suharso Monoarfa sebagai salah satu sosok alternatif yang layak dipertimbangkan.
Menurutnya, Suharso terbukti berhasil menyelamatkan PPP pada Pemilu 2019, dengan membawa partai lolos ambang batas parlemen dan kembali memiliki kursi di DPR RI.
“Sayangnya, Suharso justru dikudeta dalam Mukernas Pandeglang pada September 2022. Padahal secara rekam jejak, ia bersih dari kasus korupsi dan punya kinerja teknokratik yang baik selama menjabat sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas, termasuk dalam proses pembangunan Ibu Kota Nusantara,” jelas Karel.
Baca juga : Mentan Kebut Proses Hukum Pengamat Yang Diduga Rugikan Negara Rp5 Miliar
Karel menegaskan, figur seperti Suharso yang berintegritas, berpengalaman, dan terbukti berkontribusi nyata, layak untuk kembali memimpin PPP.
"Figur ini yang sepatutnya dipilih oleh para kader di muktamar nanti," tutup Karel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya