Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sumbang Gedung Asrama Madrasah
Bahlil: Golkar dan Muhammadiyah Seperti Ibu dan Anak
Senin, 19 Mei 2025 14:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menghadiri acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gedung asrama putra di Madrasah Muallimin Muhammadiyah, Sedayu, Yogyakarta, Minggu (18/5/2025).
Dalam sambutannya, Bahlil mengatakan gedung asrama tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 10 bulan tanpa sistem termin pembayaran. Pendanaannya berasal dari hasil gotong royong para kader Golkar.
“Hari ini kami bersama jajaran Muallimin dan Muhammadiyah melakukan groundbreaking pembangunan asrama putra. Waktu itu, dari pengurus sekolah menyampaikan kepada kami, kalau berkenan, ada pembangunan gedung. Kami Golkar langsung mengiyakan,” kata Bahlil.
Menurutnya, pembangunan gedung asrama ini merupakan tindak lanjut dari safari Ramadhan beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, pengurus sekolah menyampaikan permintaan pembangunan fasilitas asrama, dan pihaknya langsung merespons positif.
Baca juga : Terbang Ke Yordania, Menhan RI Bahas Penguatan Kapasitas Pertahanan
Bahlil menuturkan, keterlibatan Partai Golkar dalam pembangunan ini bukan semata karena aspek politik, tetapi juga karena adanya sejarah kedekatan antara Muhammadiyah dan Partai Golkar.
“Muhammadiyah dan Golkar ini punya sejarah panjang. Golkar merasa bahwa Muhammadiyah itu seperti anak dan ibu. Muhammadiyah adalah Sekber, ibu yang melahirkan Golkar. Kami tidak mau menjadi anak durhaka," papar Bahlil.
Bahlil menambahkan, langkah yang diambil oleh partai berlambang pohon beringin ini adalah untuk ikut serta menyiapkan generasi penerus bangsa, sebagaimana misi Mu’allimin.
“Selain itu, karena ini bicara tentang sekolah dalam menyiapkan kader-kader bangsa, maka kami dari Golkar berpandangan pentingnya gotong royong,” tuturnya.
Bahlil yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini pun meminta publik tak menilai hal ini sebagai sebuah politik transaksional. Dia bilang, ini adalah bagian dari ukhuwah atau bentuk persaudaraan. Ini tak berarti membatasi partai-partai politik lain, untuk ikut serta dalam gerakan kebaikan.
Baca juga : Layanan Jemaah Haji di Arab Saudi Sudah Siap, Berikut Rinciannya
"Mungkin juga pada saat anak-anak sekolah di sini melihat 'Oh, ada gedung Partai Golkar'. Mungkin juga partai lain, karena partai itu kan instrumen politik bangsa. Jadi nggak boleh tabu untuk kita mengajarkan mereka pada suatu pelajaran politik, untuk kebaikan," ujar Bahlil.
"Ya, mudah-mudahan habis dari sini, dari Golkar, (muncul) partai apa lagi. Ya, semuanya berlomba-lomba dalam kebaikan," imbuhnya.
Saat ditanya mengenai total biaya pembangunan asrama putra tersebut, Bahlil menolak memberikan rincian.
“Sudah tahu gedung saja lah, jangan tahu angka ya. Nggak boleh nanti, jangan riya ya. Kita ini urusannya hablumminallah,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian Madrasah Mu’allimin, Khoirudin Bashori merinci, gedung dengan nilai pembangunan sekitar Rp 22 miliar ini akan menampung sekitar 400 santri.
Baca juga : Gandeng Komunitas, Polantas Polda Metro Jaya Bagi Takjil dan Buku Cerita Anak
Khoirudin menekankan, pihaknya terbuka kepada siapa pun yang ingin membantu keberlanjutan pendidikan di tempat itu, termasuk partai politik lain.
"Muhammadiyah bekerja sama dengan semua golongan untuk kemaslahatan umat dan bangsa. Kalau partai lain mau membantu, silakan," tuturnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya