Dark/Light Mode

Beragama Dalam Keberagaman (43)

Buhun Orang Kranggan

Jumat, 27 Desember 2024 06:15 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Menurut hasil penelitian Ahmad Syafi’i Mufid, seorang peneliti senior Puslitbang Kehidupan Beragama, Kementerian Agama RI, Buhun Orang Kranggan (BOK) adalah sebuah agama sekaligus tradisi yang dipertahankan oleh masyarakat Kranggan secara turun temurun.

Menarik sekali memperhatikan hasil penelitiannya. Karena, di pinggiran ibu kota metropolitan Jakarta, masih kuat dipengaruhi budaya Betawi, mereka taat memegang kepercayaan dan tradisi.

Lebih menarik lagi karena mereka mampu menampilkan secara paralel, diri mereka juga sebagai seorang muslim. Menurut temuan penelitinya, komunitas yang mempertahankan tradisi ini masih di atas 70 persen.

Masyarakat Kranggan menampilkan identitas ganda sebagai penganut agama Islam tetapi pada sisi lain penganut tradisi Buhun, yakni sebuah kepercayaan yang diwarisi secara turun temurun dari leluhur nenek moyang.

Bentuknya bisa seperti ilmu kesaktian yang diyakini berasal dari Prabu Siliwangi, yang pernah menjadi penguasa Pajajaran.

Baca juga : Aliran Kebatinan Perjalanan

Hubungan antara Prabu Siliwangi dan masyarakat Kranggan ada beberapa versi yang tidak dijelaskan dalam artikel ini. Mungkin salah satu pengaruhnya ialah masih dipertahankannya sejumlah ilmu kesaktian di sana.

Tokoh-tokoh adat lokal yang disegani masyarakat, masih banyak dijumpai. Di antaranya ialah Abah Kolot yang berpengaruh besar di kawasan itu. Abah Kolot selain dikenal sebagai tokoh adat juga menjadi praktisi muslim.

Di sebelah rumahnya dibangun mushalah yang ia juga aktif di dalamnya. Terkadang, Ia mengundang penceramah dari muballig muslim/ muslimah memberikan pencerahan. Yang sering datang di tempat itu ialah Ustazah Hj Marwati dari Kp Raden.

Mereka merasa bangga dan percaya diri karena masih bisa mempertahankan kekhususan komunitasnya yang memiliki nilai-nilai kembar, yaitu nilai agama Islam dan tradisi Buhun di tengah drastisnya pengaruh modernitas di dalam masyarakat Ibu Kota.

Di antara ajaran dan kepercayaan sebagian masyarakat Kranggan ialah percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa tetapi lebih menekankan diri sebagai penganut kepercayaan, khususnya Kepercayaan ‘Perjalanan’ ketimbang sebagai panganut Islam.

Baca juga : Menggetarkan Hati Dengan Al-Qur’an

Bahkan ada di antara mereka ada yang tidak mau mengklaim dirinya sebagai seorang muslim. Mereka melaksanakan kawin mawin di kantor catatan sipil sebagaimana layaknya agama non-muslim yang tidak diatur di dalam UU No 1 tahun 1975, tentang Perkawinan.

Mereka merayakan hari raya setiap tanggal 1 Suro menurut kalender orang Jawa. Mereka juga memiliki tempat ibadah sendiri yang disebut Pasewakan. Mereka meramaikan tempat ini setiap malam minggu untuk melakukan pendalaman kepercayaan.

Masyarakat Kranggan masih sering ditemui melangsungkan upacara-upacara khusus seperti praktek sesaji, bebaritan, ngancak dan upacara lainnya sebagai media Karuhun, dalam rangka mengungkapkan rasa syukur dan pengabdian mereka kepada Tuhan Yang Maha Tinggi.

Kini di kawasan itu semakin plural masyarakatnya. Karena selain komunitas muslim dan komunitas adat Kranggan, juga sudah hadir sejumlah pendatang yang beragama lain.

Bahkan menurut Mufid, Walikota Bekasi sebagai pemimpin pemerintahan, baru saja mersmikan dimulainya pembangunan gereja Katolik di kawasan itu. Meskipun pada awalnya ada demonstrasi warga menolak kehadiran gereja di situ. Namun pada akhirnya diizinkan.

Baca juga : Menggetarkan Hati Dengan Al-Quran

Memang komunitas penganut agama Katolik sudah banyak di kawasan itu dan mereka belum memilki rumah ibadah.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Jumat, 27 Desember 2024 dengan judul "Beragama Dalam Keberagaman (43) Buhun Orang Kranggan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.