Dark/Light Mode

Megawati Pada Penutupan Kongres

PDIP Tidak Oposisi, Tidak Koalisi, Tapi Penyeimbang

Sabtu, 2 Agustus 2025 16:18 WIB
Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menutup Kongres ke-6 PDIP di Nusa Dua, Bali Convention Center, Sabtu (2/8/2025). (Foto: Ist)
Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menutup Kongres ke-6 PDIP di Nusa Dua, Bali Convention Center, Sabtu (2/8/2025). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan sikap partainya usai Pilpres 2024. PDIP tidak akan jadi oposisi. Tapi juga tak ikut-ikutan koalisi. Posisinya jelas, sebagai penyeimbang.

Pernyataan itu disampaikan Megawati saat menutup Kongres ke-6 PDIP di Nusa Dua, Bali Convention Center, Sabtu (2/8/2025).

“Saya tegaskan satu hal yang kerap disalahpahami dalam ruang demokrasi kita. Ingat, dalam sistem pemerintahan presidensial seperti yang kita anut, tidak dikenal istilah oposisi dan koalisi,” kata Megawati dalam pidato politiknya yang disambut riuh peserta kongres.

Baca juga : Mega Hadiri Penutupan Kongres Ke-VI PDIP di Bali

Menurut Presiden ke-5 RI itu, demokrasi Indonesia tidak mengenal politik blok-blokan kekuasaan. Demokrasi Indonesia, kata Mega, harus berpijak pada kedaulatan rakyat dan konstitusi.

"PDIP tidak memposisikan diri sebagai oposisi, dan juga tidak semata-mata membangun koalisi kekuasaan. Kita adalah partai ideologis, berdiri di atas kebenaran, berpihak kepada rakyat, dan bersikap tegas sebagai partai penyeimbang," tegasnya.

Sikap penyeimbang, lanjut Mega, bukan berarti pasif. Ia memastikan PDIP akan tetap kritis. Jika pemerintah jalan lurus, partainya akan mendukung. Tapi kalau ada penyimpangan, siap-siap saja kena semprot.

Baca juga : Kolaborasi PERURI Dan Kemendes PDT Kompak Percepat Digitalisasi Desa

“Kita akan mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat. Tapi kita juga akan bersuara lantang dan bertindak tegas terhadap penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila, keadilan sosial, dan hukum yang berkeadilan,” tegasnya.

Megawati juga mengajak seluruh kader partai untuk terus menjaga demokrasi Indonesia. Ia mengingatkan, keberpihakan tidak harus selalu berarti berada di dalam pemerintahan.

“Keberpihakan itu soal kesetiaan pada kebenaran. Soal moralitas politik seperti yang diajarkan Bung Karno,” ujarnya.

Baca juga : Ribuan Kader Meriahkan Penutupan Kongres PSI, Dihadiri Prabowo-Gibran

Menutup pidatonya, Megawati kembali menyerukan agar PDIP terus menjalankan peran strategisnya dalam demokrasi Indonesia. "Kita pelopor perjuangan rakyat. Kita penyeimbang konstitusional. Jangan lupa, kita adalah warga negara Indonesia yang sah,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.