Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jelang Konferda PDI Perjuangan Jatim, Said Bisa Kembali Pimpin DPD Jatim
Kamis, 28 Agustus 2025 06:40 WIB
Sebelumnya
Dalam aturan itu disebutkan, anggota atau kader yang terpilih sebagai pengurus DPP tidak boleh merangkap jabatan struktural lain, baik di tingkat yang lebih tinggi maupun lebih rendah. Kecuali, atas keputusan khusus Ketua Umum.
Melanjutkan keterangannya, Untari mengatakan, meski merangkap jabatan, Said masih berpeluang untuk menjadi Ketua DPD karena ada ketentuan, jika mendapat tugas dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
“Kami memaklumi jika aspirasi kader masih menginginkan beliau kembali menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Beliau dinilai sukses dalam memimpin Jawa Timur,” tandas angota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jatim itu.
Baca juga : Gelar Pertemuan Di NasDem Tower, NasDem Dan PKS Fokus Membantu Pemerintah
Sebelumnya, Said Abdullah menegaskan pentingnya menjaga integritas dan semangat gotong royong dalam pelaksanaan konsolidasi partai di seluruh tingkatan.
“Konferda, Konfercab, dibawa santai saja. Toh sudah ada ketentuannya. Jangan ada permainan apapun pada saat Konferda, Konfercab, sampai Musancab,” tegas Said dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PDI Perjuangan Jatim di Surabaya, Minggu (24/8/2025).
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR itu secara lugas menyatakan, PDI Perjuangan Jatim menolak keras segala bentuk praktik politik uang dalam proses regenerasi dan penentuan kepemimpinan di internal partai. Dia menegaskan, kader yang terbukti melakukan kecurangan akan dikenakan sanksi tegas.
Baca juga : Siapkan Anggaran Rp 1,5 Triliun, Pemerintah Siap Borong 100 Ribu Ton Gula Petani
“Jangan ada permainan uang. Kami ingin semua proses konsolidasi, pelembagaan partai, benar-benar bersih. Kalau ada permainan, maka akan didiskualifikasi, dibawa ke Majelis Kehormatan Partai,” cetusnya.
Lebih lanjut, Said mengatakan, PDI Perjuangan merupakan partai ideologis yang harus memelopori proses kaderisasi dan regenerasi yang sehat, tanpa campur tangan politik uang ataupun kompromi kepentingan jangka pendek.
“Kita rumuskan yang menjadi ketua karena dedikasinya, integritasnya, dan pengabdiannya. Tidak boleh ada permainan uang,” pungkasnya. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya