Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jangan Biarkan Publik Berspekulasi
Idrus Marham Ingin Eks Kepala BIN Ungkap Dalang Demo Ricuh
Jumat, 29 Agustus 2025 14:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham meminta mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono mengungkap dalang di balik kericuhan demonstrasi di Depan Gedung DPR RI, Kamis (28/8/2025). Kericuhan ini menelan korban jiwa seorang pengemudi ojek online (ojol).
Menurut Idrus, pernyataan Hendropriyono yang mengindikasikan ada aktor pengendali dari luar negeri dengan segala jaringannya di Indonesia, tak boleh berhenti sebagai isu. Tapi, harus ditindaklanjuti dan dibuka terangbenderang.
"Kalau Pak Hendro bilang ada dalang, baik luar maupun dalam negeri, ya sebaiknya disampaikan ke publik . Jangan dibiarkan masyarakat berspekulasi. Apalagi sudah ada korban jiwa. Ini menyangkut kepentingan bangsa," kata Idrus dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Menurutnya, dalam situasi sosial politik yang rawan, ketidakjelasan justru menimbulkan keresahan baru.
"Publik berhak tahu. Ini bukan soal politik, tapi soal kedaulatan. Jangan sampai publik dibiarkan bingung atau saling curiga di antara kita sendiri," ujarnya.
Idrus juga mengingatkan, bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam menghadapi upaya adu domba, baik oleh aktor eksternal maupun internal. Dia menilai, solidaritas kebangsaan harus diperkuat di tengah gejolak politik.
Baca juga : Batam Jadi Pintu Ekspor Ke Pasar Asia Tenggara
"Kita sesama anak bangsa, jangan mau diadu-domba. Identifikasi masalah harus jernih, bukan berdasarkan emosi sesaat. Jangan sampai ada pihak yang menunggangi ketidakpuasan rakyat lalu menimbulkan korban jiwa," pesan Idrus.
Menurut dia, protes publik sering kali muncul bukan hanya ketika Pemerintah abai, tetapi justru ketika Pemerintah sedang melakukan perbaikan.
"Banyak reformasi dan kebijakan korektif itu dilawan dengan resistensi. Ini situasi klasik yang sering bikin Pemerintah serba salah. Presiden Prabowo juga sering menyitir soal ini. Kita harus bijak melihatnya," imbuhnya.
Lebih jauh, Idrus mengaitkan dinamika ini dengan teori sosial yang kerap disebut Scapegoat Theory atau teori kambing hitam. Dalam konteks politik, Pemerintah sering kali menjadi sasaran utama kemarahan publik, meski akar masalah sebenarnya lebih kompleks.
"Pemerintah dijadikan kambing hitam atas semua masalah, padahal kadang ada pihak lain yang justru bermain di belakang. Inilah kenapa penting bagi Pak Hendro untuk mengungkap sebenarnya dalang yang dimaksud. Kalau tidak, teori itu hanya jadi bahan debat tanpa arah," ingatnya.
Idrus juga menyampaikan, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia mendorong aparat keamanan dan penegak hukum untuk proaktif menelusuri jejak para pengendali kericuhan.
Baca juga : Idrus Marham: Jangan Nodai Kesakralan 17 Agustus Dengan Simbol Asing
Polisi, BIN, TNI, punya instrumen untuk mengusut. Jika ada bukti keterlibatan pihak asing atau jaringan tertentu, bongkar saja. Jangan sampai publik kehilangan kepercayaan karena terkesan kebenaran ditutup-tutupi.
Di akhir keterangannya, Idrus kembali menjelaskan penegasan Bahlil bahwa tragedi yang menewaskan seorang pengemudi ojol harus menjadi momentum evaluasi. Negara, kata Bahlil, tidak boleh kalah oleh provokasi ataupun operasi politik terselubung.
"Korban yang jatuh harus membuka mata kita semua, betapa seriusnya dampak provokasi. Kita jangan sampai mengulang kesalahan dengan saling curiga," tegasnya.
Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono menuding ada campur tangan asing di balik kericuhan demo di DPR RI. Pihak asing itu menggerakkan dari luar dan punya kaki tangan di dalam negeri.
"Ini ada yang main dari luar menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam," kata Hendropriyono kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Dia tak menyebut rinci siapa pihak asing itu. Tapi, dia menilai, pihak itu memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan negaranya. "Pada waktunya saya bisa sampaikan namanya yang main. Nonstate. Tapi pengaruhnya sangat besar pada kebijakan dari negaranya. Tujuannya sama, maunya menjajah. Tapi caranya lain. Dulu pakai peluru, pakai bom," tuturnya.
Baca juga : Jangan Lewatkan! Bebas Denda Pajak Kendaraan, Bayar Lewat e-Samsat bank bjb
Aksi unjuk rasa buruh dan mahasiswa Kamis (28/8/2025) diwarnai meninggalnya driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan (20). Affandi tewas setelah ditabrak mobil Barakuda Brimob di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Affan Kurniawan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah dilindas mobil Rantis Brimob Polri.
Naas, nyawa Affan tak tertolong. Para driver ojol tidak terima dan menggeruduk Markas Brimob Kwitang. Hingga saat ini, situasi di sejumlah titik di Jakarta, masih memanas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya