Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dikumpulkan Di Kertanegara, Kader Gerindra Dilarang Flexing
Rabu, 10 September 2025 07:20 WIB
Sebelumnya
“Arahannya banyak, cuma tadi satu yang paling penting tadi jadi Bapak Prabowo menyarankan supaya anggota DPR Gerindra itu tidak boleh flexing. Ya, saya juga iya-iya aja, saya nggak pernah flexing kan ya,” klaim Dhani.
Sebelum ke Prabowo, Dhani mengaku ia telah menyampaikan usulan undang-undang anti flexing kepada Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Menurut Dhani, usulan tersebut mendapat respons baik.
“Bang Dasco setuju. Mudah-mudahan Komisi I nanti akan menggulirkan undang-undang anti flexing sehingga orang Indonesia tidak ada yang flexing,” cetus suami Mulan Jameela itu.
Baca juga : Ucapkan Ultah, Gibran Hormat ke SBY
Sebelumnya, untuk menjaga perasaan rakyat, Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan imbauan. Pejabat Pemerintah dilarang pamer hingga menggelar pesta mewah meski untuk pribadi.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau jajarannya, termasuk kepala daerah tak menggelar pesta mewah, baik hari ulang tahun daerah. Termasuk kegiatan seremonial kedinasan lainnya, maupun acara keluarga seperti pernikahan atau ulang tahun pribadi.
“Tolong dijaga betul, termasuk acara pribadi. Momentum saat ini dan ke depan, laksanakan secara sederhana,” ucap Tito saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 yang digelar secara hybrid, di Kemendagri, Jakarta, Selasa (2/9/2025).
Baca juga : Ulang Tahun Bintang Mercy Tanpa Pesta Dan Alunan Musik
“Lebih baik tumpengan, memberikan santunan kepada anak yatim piatu, kepada masyarakat yang kurang mampu, ini lebih bermanfaat,” pesannya.
Dia khawatir, pesta mewah dapat memicu penyalahgunaan pihak tak bertanggung jawab. Serta menimbulkan amunisi baru yang bisa digoreng oleh siapapun yang ingin situasi tidak kondusif.
“Kalau pesta, ada musik, dipotong, dibuat TikTok, dan lain-lain, dibandingkan dengan masyarakat yang lagi menuntut sikap low profile para pejabat,” tutur Tito mewanti-wanti.
Baca juga : Golkar Sulap Kantor DPD Jatim Jadi Rumah Aspirasi
Ia juga mengingatkan agar pejabat memperhatikan cara berpakaian dan pemilihan aksesoris seperti cincin, jam tangan, perhiasan, hingga kendaraan. [UMM/FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya