Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Senior PPP Usul Bikin Tim Penyelamat Sikapi Dualisme Kepemimpinan Kabah
Selasa, 30 September 2025 17:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dihelat di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025), berujung ricuh. Selain ribut, dua kubu saling klaim kemenangan, kubu Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto.
Sejumlah senior PPP merespons. Mereka gerak cepar membentuk Tim Penyelamat Partai. Salah satunya, politisi senior PPP Syaifullah Tamliha. Dia mengaku telah mengontak sejumlah rekam senior partai lainnya.
Ditegaskan, Tim Penyelamat PPP akan diisi pihak netral. Terutama yang tak terkait dengan dua kubu yang saling klaim.
Baca juga : Pertamina Hulu Kalimantan Timur Latih ASN PPU Tingkatkan Kepemimpinan
"Perlu ada tim penyelamat partai untuk menyelesaikan konflik ini. Isinya para senior PPP yang tidak terlibat kedua kubu tersebut," kata Tamliha dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Tim Penyelamat PPP, diharapkan membawa kesejukan dan jalan tengah kisruh di partai berlambang Ka'bah ini. Dia mengingatkan, jika dualisme terus berlanjut, PPP bakal semakin ditinggalkan rakyat.
"Saya melihat, kubu manapun yang dimenangkan, PPP tetap tak dapar simpati rakyat, terutama yang milenial atau gen Z di Pemilu 2029. Ricuh sampai adu fisik akan terus diviralkan kembali, calon pemilih pun lari," nilai mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP ini.
Baca juga : BP Taskin Perkuat Targeting MBG di Kantong Kemiskinan dan Daerah 3T
Dia pun mengapresiasi sikap Pemerintah yang diwakili Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra yang tak akan mengesahkan dua kubu tersebut.
"Itu sudah dalam rel yang benar, netral dan tidak memihak," tegasnya.
Lebih jauh, Tamliha menyebut, ada tiga opsi untuk menyelamatkan PPP. Pertama, menggelar Muktamar Luar Biasa, Islah atau mengganti lambang dan nama partai, sebagaimana telah dilakukan PDI menjadi PDI Perjuangan.
Baca juga : PDIP Pastikan Regenerasi Kepemimpinan Tak Mampet
"Opsi islah mungkin perlu dikesampingkan, sebab kedua kubu adalah biang keruk pecahnya partai," imbuhnya.
Seperti diketahui, kondisi internal PPP terbelah. Muktamar X di Jakarta Utara yang awalnta dijadwalkan sampai Senin (29/9/2025) mendadak kelar sehari, Sabtu (27/9/2025). Hasilnya ricuh dan ada dua kubu saling klaim menjadi ketua umum PPP, yakni Mardiono dan Agus Suparmanto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya