Dark/Light Mode

Pintunya Dibuka Hashim

Anak-Cucu PKI Silakan Masuk Barisan Prabowo

Selasa, 29 Januari 2019 12:22 WIB
Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra yang juga adik Capres 02, Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo. (Foto: Antara)
Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra yang juga adik Capres 02, Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Sikap ini, disebut Ace serupa bunglon. Mereka akan bicara soal akomodasi kepentingan ketika bertemu pihak-pihak itu. “Walaupun kepentingan yang ada saling bertentangan,” selorohnya. Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma’ruf, Usman Kansong menyebut pernyataan Hashim menunjukkan dua hal yakni, kepanikan dan ekspresi dari ambisi mencapai kemenangan ataupun kekuasaan.

Jubir TKN lainnya, Irma Suryani Chaniago menyebut, pernyataan Hashim ini sangat kontradiktif terhadap fitnah-fitnah dari BPN yang selama ini disampaikan ke publik tentang anak-cucu PKI. Sekjen PSI Raja Juli Antoni menuding cara berpolitik Prabowo primitif.

Baca juga : Sebut Wartawan Antek Penghancur NKRI, Bukan Negarawan, Prabowo Emosional

“Ini menunjukkan cara berpolitik paling primitif,” ujar Toni panggilan akrab Antoni, kemarin. Gerindra mencoba mengklarifikasi pernyataan Hashim. Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut, Prabowo-Sandi tidak bisa menolak siapapun yang hendak memilih mereka.

“Maksudnya kan kalau sudah sampai tahapan pencoblosan di TPS, kan kita nggak bisa milih-milih siapa yang milih-milih,” katanya. “Tentunya siapa pun yang milih kita nggak bisa nolak karena yang memilih manusia, bukan seperti yang disebut, iblis atau setan, karena yang punya hak pilih itu kan manusia. Tentunya kita nggak bisa tolak.”

Baca juga : Humphrey Pastikan Tidak Bawa Gerbong Kosong Untuk Prabowo

Anggota Komisi III DPR ini menyatakan, tak ada maksud politis dari pernyataan Hashim terkait Prabowo tak menolak dukungan dari anak-cucu PKI. “Kan kita nggak bisa umumin pada waktu pemungutan suara, kita bilang keturunan itu nggak bisa, kita tolak suaranya. Sementara kalau sudah sampai TPS ya terserah kan mereka mau pilih siapa,” tegasnya. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.