Dark/Light Mode

Melejit Versi Survei IPO, Eddy Soeparno: PAN Terpacu Tembus Target 4 Besar

Jumat, 24 Oktober 2025 21:41 WIB
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno. Foto: PAN
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno. Foto: PAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyambut baik hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang memprediksi partainya finis di urutan kelima dengan elektabilitas 5 persen.

Hasil ini dianggap sebagai pemicu semangat untuk meraih hasil yang lebih baik lagi. “Ya tentu kami menyambut gembira hasil dari survei tersebut. Apalagi yang kita bicarakan ini adalah elektabilitas di tahun pertama setelah Pemilu 2024,” kata Eddy kepada RM.id, Jumat (24/10/2025).

Wakil Ketua MPR RI ini menilai perjalanan menuju Pemilu 2029 masih panjang. Jika dianalogikan dengan lomba lari, ini masuk kategori maraton. Tentu di hari-hari berikutnya PAN akan berupaya mempertahankan elektabilitas saat ini dan berusaha meningkatkannya.

Terkait Pemilu 2029, PAN disebut sudah memasang target tinggi, yakni finis di peringkat empat besar partai politik di Senayan. Target ini dianggap realistis dengan hasil Pemilu 2024 yang menempatkan PAN di peringkat ketujuh dengan raihan 9,66 persen suara nasional.

Dengan target empat besar yang sudah ditentukan Ketua Umum (Ketum) Zulkifli Hasan alias Zulhas, Eddy menyerukan seluruh kader PAN untuk berjuang ekstra keras di bidang masing-masing, baik pengurus, legislator, maupun eksekutif di pemerintahan pusat dan daerah.

Baca juga : Banjir Di Bali, Eddy Soeparno Sampaikan Duka Dan Kepedualian

“Tentu nantinya kita akan menuai hasil dari apa yang dikerjakan saat ini,” ujarnya penuh semangat.

Eddy menilai hasil survei ini menandakan bahwa masyarakat memberikan apresiasi terhadap satu tahun kinerja PAN di Pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka. Termasuk kinerja Ketum Zulhas yang dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan.

“Misalnya, Ketum kami yang juga Menko Pangan bisa mencetak keberhasilan dalam mewujudkan swasembada pangan, menyediakan pangan terjangkau, dan memastikan ketersediaannya di masyarakat. Itu tentu mendapat apresiasi,” katanya.

Meski memperoleh hasil survei awal yang positif, PAN menegaskan tidak akan terlena. Bahkan, pihaknya tidak menjadikan hasil survei eksternal sebagai rujukan kinerja partai.

Saat ini, PAN menekankan kinerja berbasis pelayanan kepada masyarakat menjelang kontestasi Pemilu 2029.

Baca juga : Eddy Soeparno: PAN Siap Kawal Target Swasembada Pangan Presiden Prabowo

“Karena kami justru terpacu untuk meningkatkan kinerja, memperkuat kehadiran di tengah masyarakat, dan dengan posisi sekarang kami ingin tidak sekadar mempertahankan elektabilitas yang baik, tapi terus memperbaikinya, meningkatkannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, IPO merilis hasil survei terkini terkait elektabilitas delapan partai politik yang berada di DPR periode 2024–2029. Tertinggi adalah Partai Gerindra dengan angka 33,5 persen, disusul Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dengan elektabilitas 16,4 persen.

“Angka tersebut ditemukan lewat simulasi saat responden ditanya jika Pemilu digelar hari ini,” ujar Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah saat konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).

Selanjutnya, di posisi ketiga ada Partai Golkar dengan 9,1 persen, disusul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 6,2 persen, Partai Amanat Nasional (PAN) 5,0 persen, Partai Demokrat 4,9 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 4,8 persen, dan Partai NasDem 4,0 persen.

Dedi menjelaskan, PAN dinilai sebagai partai yang stabil dan mulai merangkak naik ke posisi lima besar. Hal itu disebabkan oleh kemampuan PAN menjaga citra moderat dan komunikasi politik.

Baca juga : Gelar Pertemuan Dengan PLN, Eddy Soeparno Dukung Pengembangan PLTN

“PAN menunjukkan performa stabil dan adaptif dalam merespons isu-isu publik,” ujar Dedi.

Sebagai informasi, IPO melakukan survei terhadap 1.200 responden pada 9–17 Oktober 2025. Sampel dipilih melalui teknik stratified multistage random sampling (SMRS). Margin of error atau batas kesalahan survei tersebut sebesar 2,90 persen dengan tingkat akurasi 95 persen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.