Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hadapi Rencana Aksi Demo Mahasiswa Dan Pemuda
Kader Gerindra Kompak Jaga Kantor DPC Batam
Sabtu, 20 Desember 2025 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah kader, simpatisan, dan relawan Partai Gerindra, melakukan penjagaan di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kota Batam di kawasan Batam Center, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (19/12/2025). Langkah tersebut menyikapi informasi tentang adanya aksi unjuk rasa dari kelompok mahasiswa dan pemuda di Kantor DPC Gerindra Batam.
Rencana aksi mahasiswa dan pemuda mengepung Kantor DPC Gerindra Batam, disebabkan oleh pernyataan anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kepulauan Riau (Kepri), Endipat Wijaya.
Pernyataan anggota Komisi I DPR itu menjadi sorotan publik, lantaran menyinggung kontribusi pemerintah dan warga dalam penanganan bencana di Sumatera, terutama di Aceh.
Pernyataan Endipat disampaikan dalam rapat kerja Komisi I DPR dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Senin (8/12/2025). Dalam rapat itu, dia menyinggung perbandingan kontribusi penanganan bencana
“Orang per orang cuma nyumbang Rp 10 miliar, negara sudah triliunan ke Aceh. Ini harus disosialisasikan secara masif agar tidak ada informasi seolah-olah negara tidak hadir,” ujarnya.
Baca juga : Gerindra: Pemerintah Serius Pulihkan Sumatera
Kutipan tersebut viral di berbagai media, dan memicu banyak reaksi. Netizen dan sejumlah tokoh masyarakat menilai ucapan Endipat meremehkan upaya relawan dan donatur. Mereka menekankan, bantuan masyarakat lahir dari solidaritas, sehingga tidak tepat jika dibandingkan dengan anggaran negara.
Sehari kemudian, Selasa (9/12/2025), Endipat memberikan klarifikasi. Ia menegaskan, pernyataannya tidak ditujukan kepada relawan maupun donatur.
Menurutnya, kritik itu diarahkan kepada Kementerian Komdigi yang kurang kuat dalam menyebarkan informasi mengenai kerja Pemerintah dalam penanganan bencana. Meski klarifikasi telah disampaikan, polemik tetap berkembang.
Banyak pihak menilai, perbedaan persepsi muncul lantaran konteks pernyataan tidak tersampaikan secara utuh. Diskusi netizen pun terus berlanjut, dan membuat isu ini semakin ramai dibahas.
Menyikapi rencana aksi mahasiswa dan pemuda mengepung Kantor DPC Gerindra Batam, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Provinsi Kepri, Iman Sutiawan, memimpin langsung konsolidasi jajaran pengurus. Menurut dia, kehadiran kader dari berbagai tingkatan menjadi simbol soliditas dan kesiapsiagaan internal partai, dalam menjaga keamanan dan kehormatan organisasi di tengah dinamika politik daerah.
Baca juga : KPK: Transaksinya Beruntun
Dalam orasinya, Iman menegaskan, Gerindra berkomitmen menjaga persatuan dan stabilitas keamanan di Provinsi Kepri, khususnya Kota Batam. “Di Batam, ada pihak-pihak yang mencoba mengadu domba dan memecah persatuan. Gerindra tidak pernah melakukan tindakan melanggar hukum atau merusak persatuan bangsa,” ujarnya di hadapan ratusan kader Gerindra Kepri.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri itu menambahkan, pihaknya tidak akan tinggal diam jika ada upaya sistematis untuk mengganggu atau mengobok-obok Gerindra.
“Kalau ada pihak luar yang mencoba mengusik Gerindra, jawabannya satu, lawan. Kami akan telusuri sampai tuntas dan tempuh jalur hukum,” cetusnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPC Gerindra Batam, Nyanyang Haris Pratamura mengapresiasi loyalitas dan militansi kader yang tetap solid menjaga kehormatan partai. Menurut dia, kekompakan itu merupakan modal utama Gerindra, untuk terus berkontribusi bagi pembangunan Batam dan Kepri.
“Ini rumah kita, dan rumah ini harus kita jaga bersama. Semangat kebersamaan dan soliditas kader dapat terus terjaga secara berkelanjutan demi kepentingan masyarakat, daerah, dan bangsa,” ucap Wakil Gubernur (Wagub) Kepri itu.
Baca juga : BSI Siap Restrukturisasi Dan Relaksasi Pembiayaan
Sementara, anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi Gerindra, Setia Putra Tarigan mengatakan, pihaknya menyesalkan pengamanan yang dilakukan oleh Polresta Barelang yang memberikan izin melakukan aksi damai, di tengah perayaan Hari Jadi Batam (HJB).
“Kami menyesalkan, pemberian izin pelaksanaan aksi, bersamaan Hari Jadi Batam. Di hari jadi Batam, kita layaknya berpesta, bukan melakukan aksi damai. Ini tidak lepas dari kelemahan dari pihak kepolisian yang mengizinkan aksi damai di hari jadi Batam,” cetusnya.
Lantaran situasi kondusif dan massa pendemo tidak datang, ratusan kader dan simpatisan Gerindra membubarkan diri secara tertib menjelang pelaksanaan ibadah sholat Jumat. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya