Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mediasi Pihak Yang Lakukan Protes
PSI Jateng Pastikan Konflik Konferda Di Semarang Usai
Kamis, 15 Januari 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) turun tangan dalam menyelesaikan polemik Konferensi Daerah (Konferda) PSI Kota Semarang. Mereka telah melakukan mediasi dan menyalurkan aspirasi para kader kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI.
Ketua DPW PSI Jateng, Antonius Yogo Prabowo mengatakan, pihaknya telah memfasilitasi pihak-pihak yang merasa tidak puas dalam Konferda PSI Kota Semarang. Menurutnya, masalah di Konferda PSI Kota Semarang dipicu oleh perubahan susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD), atau pengurus tingkat kabupaten dan kota, yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK).
“Kami sudah bertemu dengan DPD dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC), atau pengurus PSI tingkat kecamatan se-Kota Semarang. Teman-teman yang menyampaikan ketidakpuasan sudah kami bantu untuk komunikasi dengan DPP,” ujar Yogo saat ditemui di kediaman Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Rabu (14/1/2025).
Diketahui, Konferda PSI Kota Semarang di Hotel Triizz, Minggu (11/1/2026), berlangsung panas. Sejumlah pengurus DPC memprotes SK kepengurusan DPD PSI Kota Semarang, yang dinilai tidak sesuai kesepakatan awal.
Awalnya, SK penetapan DPD PSI Kota Semarang dibacakan oleh Ketua DPW PSI, Antonius Yoga. SK tersebut menetapkan Bangkit Mahanantyo sebagai Ketua DPD PSI Kota Semarang, dan Melly Pangestu sebagai Sekretaris.
Baca juga : Kasus Dugaan Korupsi Haji, KPK Sudah Kantongi Otak Penghilangan Barang Bukti
Mendengar susunan pengurus DPD, para pengurus DPC langsung menginterupsi, hingga terjadi kericuhan. Para wartawan yang berada di ruangan diminta meninggalkan lokasi Konferda, karena panitia acara membutuhkan waktu untuk meredakan ketegangan.
Kericuhan tersebut berujung aksi walk out sejumlah peserta. Mereka keluar ruangan sambil meneriakkan yel-yel, “Mosi Tidak Percaya DPD PSI Kota Semarang”.
Melanjutkan keterangannya, Yogo mengatakan, SK DPD PSI Kota Semarang, sudah disahkan oleh DPP. Sebab itu, pihaknya menyampaikan aspirasi tersebut kepada DPP, dan menunggu tindak lanjut atau keputusan DPP PSI.
“Karena protes mereka terkait SK, itu kewenangan DPP PSI. Mudah-mudahan hari ini sudah mereda, sudah paham. Kami terus mengevaluasi dan mengawal hal ini,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua DPC PSI Semarang Utara, Hanif Nafilah Rozak menuturkan, pihaknya memprotes perubahan susunan kepengurusan DPD yang tercantum dalam SK. Menurutnya, susunan itu berbeda dengan hasil yang dikomunikasikan dan disepakati jajaran DPC.
Baca juga : OJK Kawal Realisasi Aturan Pembatasan Besaran Pinjol
“Yang disepakati oleh DPC, susunannya Ketua Bro Bangkit Mahanantyo, sekretaris Bro Bayu, dan bendahara Bro Irwan Leokita. Setelah SK keluar kok berubah,” keluhnya.
Hanif menyebut, sebanyak 13 dari 16 DPC PSI Kota Semarang sepakat menyuarakan keberatan. Para pengurus DPC kecewa, perubahan itu terjadi tanpa penjelasan yang jelas. Namun, saat dipertanyakan, baik DPD maupun DPW menyatakan tidak mengetahui perubahan itu.
“DPD bilang tidak tahu, DPW juga bilang tidak tahu. Nggak mungkin nggak tahu dong. Soalnya, dari DPW baru diteruskan ke pusat,” tegasnya.
Selain perubahan susunan pengurus, lanjut dia, keberatan para DPC juga dipicu oleh masuknya kembali Melly Pangestu, mantan Ketua DPD PSI Kota Semarang, ke dalam struktur kepengurusan baru sebagai Sekretaris DPD.
“Kalau soal ketua, kami sepakat Bangkit tetap menjadi Ketua DPD. Tapi poin krusialnya , masuknya kembali Melly Pangestu sebagai sekretaris. Itu tidak kami setujui,” cetusnya.
Baca juga : Bajaj Merasa Jalan Lebih Lega, Ojol Masih Adaptasi
Menurut dia, kembalinya Melly Pangestu justru dianggap sebagai kemunduran organisasi. Ia menilai kepemimpinan Melly pada periode sebelumnya bersifat otoriter dan minim komunikasi dengan jajaran DPC.
“Kepemimpinannya cenderung otoriter, komunikasi kurang, keterbukaan kurang, dan tidak mengayomi. Salah satu sumber persoalan di tubuh DPD PSI Kota Semarang ada pada figur tersebut. Itu yang menjadi keberatan teman-teman,” tuturnya. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya