Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kembali Disuarakan Golkar, Koalisi Permanen Bantu Soliditas Pemerintahan
Rabu, 14 Januari 2026 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wacana koalisi permanen kembali disuarakan Partai Golkar. Gagasan tersebut dinilai dapat membantu menjaga soliditas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ke depan.
Usulan koalisi permanen kembali mengemuka setelah Prabowo menegaskan bahwa Kabinet Merah Putih tetap solid, di tengah berbagai analisis di ruang publik yang menyebut adanya potensi perpecahan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Baca juga : Buntut Trump Hajar Iran, Airlangga: Kita Aman
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan, pernyataan Prabowo tidak ditujukan kepada pihak tertentu, melainkan untuk membangun optimisme di antara para pemangku kebijakan di kabinet.
“Pak Presiden ingin menegaskan saja, tidak mengkhususkan untuk menjawab suara yang berkembang. Pernyataan Presiden bermakna membangun optimisme yang dilandasi kesolidan tim kerja,” kata Sarmuji di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Ia menilai, koalisi permanen yang diusulkan Golkar dapat menjadi instrumen untuk menjaga soliditas pemerintahan. Wacana tersebut, menurut dia, merupakan salah satu hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Golkar beberapa waktu lalu.
Baca juga : Soedeson Tandra: Demo Tak Perlu Izin, Tapi Pemberitahuan
“Koalisi permanen membantu kesolidan pemerintahan,” ujarnya.
Sejumlah elite partai politik pendukung pemerintah menyambut positif pernyataan Prabowo dan wacana koalisi permanen.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Dede Yusuf menyatakan partainya fokus memberikan kinerja terbaik dalam mendukung pemerintahan. “Kita fokus bekerja membantu Presiden sebaik-baiknya saja,” ujar Dede Yusuf, Selasa (13/1/2026).
Baca juga : Prof Juanda: Bentuk Pengekangan Terhadap Aspirasi
Hal senada disampaikan Ketua DPP PKB Daniel Johan. Ia menilai pihak-pihak yang menyebut adanya perpecahan dalam koalisi tidak memahami kondisi sebenarnya di lapangan.
“Presiden tentu yang paling memahami suasana kebatinan di dalam kabinet. Ini penegasan penting bahwa soliditas kabinet tetap terjaga,” kata Daniel.
Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno juga menilai wacana koalisi permanen relevan untuk menjaga stabilitas pemerintahan. “Iya dong, demi stabilitas dan soliditas pemerintahan agar pencapaian target pemerintah bisa terealisasi dengan baik,” ujar Eddy.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya