Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Nurul Arifin: Riset SSI Buktikan Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo
Kamis, 9 Juli 2026 11:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Media Penggalangan Opini (MPO) DPP Partai Golkar Nurul Arifin menilai, hasil riset Sintesa Strategi Indonesia (SSI) yang menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sebagai penyumbang sentimen positif terbesar terhadap Presiden Prabowo Subianto menjadi bukti efektivitas komunikasi politik yang dibangun di dalam pemerintahan.
Menurut Nurul, temuan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi publik yang dilakukan Bahlil tidak hanya mampu menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo.
"Temuan SSI menunjukkan bahwa komunikasi pemerintahan membutuhkan figur-figur yang mampu menerjemahkan visi besar Presiden menjadi bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Terbukti Pak Bahlil selama ini konsisten menyampaikan berbagai kebijakan pemerintah secara lugas, sehingga mampu membangun sentimen positif terhadap Presiden," kata Nurul kepada media, Kamis (9/7/2026).
Anggota Komisi I DPR RI itu mengatakan, sebagai partai utama pendukung pemerintahan, Partai Golkar mendorong seluruh kader yang duduk di kabinet untuk menjadi komunikator kebijakan, bukan sekadar pelaksana program pemerintah.
"Komunikasi publik tidak cukup hanya dilakukan Presiden. Menteri-menteri juga harus menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menjelaskan manfaat kebijakan kepada masyarakat. Dari hasil riset ini terlihat bahwa Pak Bahlil mampu menjalankan fungsi tersebut dengan baik," ujarnya.
Baca juga : Kakorlantas: Keselamatan Lalu Lintas Investasi Terbesar Bangsa
Berdasarkan riset SSI yang dilakukan melalui pemantauan media sosial dan media online sepanjang 5 Juni hingga 2 Juli 2026, Bahlil tercatat sebagai anggota kabinet dengan kontribusi sentimen positif terbesar terhadap Presiden Prabowo, yakni sebesar 40,1 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mencatat 31,5 persen serta Letkol Teddy Indra Wijaya sebesar 24,1 persen.
Nurul menilai, capaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi Bahlil dalam mengawal berbagai agenda strategis pemerintah, khususnya di sektor energi, investasi, hilirisasi, dan ketahanan energi nasional.
"Beliau selalu hadir menjelaskan kebijakan secara langsung, menjawab kritik, sekaligus memberikan optimisme kepada masyarakat. Itu menjadi nilai tambah dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo," ungkapnya.
Di sisi lain, Nurul menilai, hasil riset SSI juga menjadi pengingat bahwa komunikasi pemerintahan masih sangat bergantung pada figur Presiden.
Baca juga : Kapolri Sampaikan Aspirasi Petani ke Presiden Prabowo
Karena itu, seluruh jajaran kabinet didorong untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik agar narasi pembangunan tidak bertumpu pada satu tokoh.
"Tentu ini menjadi evaluasi bersama. Pemerintah memiliki banyak program strategis yang perlu disampaikan secara masif. Seluruh menteri harus aktif menjadi juru bicara kebijakan di bidang masing-masing sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh," tegasnya.
Sebelumnya, SSI mencatat lebih dari 231 juta paparan konten dan sekitar 1,07 juta percakapan digital mengenai Presiden Prabowo selama periode penelitian.
Sebanyak 71 persen percakapan berasal dari media sosial, sedangkan 29 persen berasal dari media online. Riset tersebut juga menemukan bahwa komunikasi pemerintahan masih terpusat pada Presiden.
Kurang dari 20 persen paparan konten mengenai Prabowo berkaitan langsung dengan Wakil Presiden maupun para menteri kabinet.
Baca juga : Dubes Australia Rod Brazier Gali Potensi Kerja Sama Di Palembang
Di tengah kondisi tersebut, Bahlil muncul sebagai figur kabinet dengan kontribusi sentimen positif terbesar terhadap Presiden, yang dinilai menunjukkan efektivitas komunikasi kebijakan yang dibangunnya di ruang digital.
Menurut Nurul, hasil riset itu menjadi motivasi bagi kader-kader partai yang berada di pemerintahan untuk terus mengedepankan komunikasi yang informatif, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
"Yang terpenting bukan sekadar popularitas, tetapi bagaimana komunikasi itu mampu membangun pemahaman publik terhadap kebijakan pemerintah sehingga kepercayaan masyarakat kepada Presiden dan pemerintah semakin kuat," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya