Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gerindra Hormati Sikap PDIP, Persahabatan Prabowo Dan Megawati Tetap Kokoh
Sabtu, 11 Juli 2026 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Gerindra menghormati keputusan PDI Perjuangan (PDIP) yang memilih menjadi partai penyeimbang terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Gerindra menilai sikap tersebut merupakan hak politik setiap partai dalam sistem demokrasi.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso mengatakan, setiap partai politik (parpol) memiliki kedaulatan penuh untuk menentukan arah perjuangan dan posisinya dalam konstelasi politik nasional.
"Partai Gerindra menghormati sepenuhnya keputusan internal PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri yang memilih menempatkan diri sebagai partai penyeimbang," kata Sugiat di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Sugiat menegaskan, hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri merupakan persahabatan yang telah teruji oleh waktu dan menjadi jangkar stabilitas politik nasional. Menurutnya, perbedaan posisi politik tidak akan mengurangi hubungan personal maupun rasa saling menghormati di antara kedua tokoh tersebut.
Baca juga : Program B50 Hemat Devisa Rp 177 Triliun
"Kedekatan emosional ini memastikan mekanisme checks and balances di parlemen berjalan secara terhormat, terukur, dan jauh dari polarisasi yang merusak persatuan," katanya.
Dia menambahkan, Gerindra memiliki kesamaan pandangan dengan PDIP bahwa budaya politik Indonesia berlandaskan semangat gotong royong. Karena itu, baik partai yang berada di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan, memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kemajuan bangsa.
"Pemerintahan Presiden Prabowo memandang kritik, koreksi, dan masukan dari partai penyeimbang bukan sebagai bentuk permusuhan, melainkan sebagai vitamin bagi demokrasi," ujarnya.
Sugiat mengatakan, Gerindra menyambut baik komitmen PDIP untuk mengawal jalannya pemerintahan melalui kritik yang objektif dan berbasis pada pemenuhan hak-hak rakyat. Dia menegaskan, pilihan politik PDIP tidak akan memengaruhi hubungan baik antara kedua partai maupun hubungan pribadi Prabowo dan Megawati.
Baca juga : Belum Pikirkan Pilkada, Golkar Aceh Instruksikan Kader Dukung Pemerintah
"Soal apakah rakyat bingung atau tidak dengan sikap PDIP, biar rakyat sendiri yang menentukan. Namun, bagi Partai Gerindra tidak ada masalah. Hubungan kami dengan PDI Perjuangan baik-baik saja," tuturnya.
Senada, Juru Bicara Gerindra lainnya, Bahtra Banong mengatakan, pihaknya menghargai keputusan PDIP menjadi partai penyeimbang. Menurut dia, Presiden Prabowo yakin seluruh partai memiliki tujuan yang sama, yakni bekerja demi kepentingan bangsa dan negara, terlepas dari posisi politik masing-masing.
"Pak Prabowo juga secara gamblang menyampaikan saat berpidato di DPR bahwa beliau berterima kasih kepada semua partai, baik yang bergabung dengan pemerintah maupun yang berada di luar pemerintahan," kata Bahtra.
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan, partainya memilih menjadi partai penyeimbang, bukan oposisi, terhadap Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga : OJK: Sektor Keuangan Nasional Tetap Kokoh
Penegasan tersebut disampaikan melalui surat internal DPP PDIP Nomor 1275/IN/DPP/VI/2026 yang ditandatangani pada 1 Juli 2026. Dalam surat itu, Megawati menegaskan sistem pemerintahan presidensial Indonesia tidak mengenal istilah oposisi maupun koalisi sebagai kategori ketatanegaraan yang diatur konstitusi. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya