Dark/Light Mode

DPP PKS Gelar Dialog Tujuh Benua, Bahas Diplomasi Indonesia soal Palestina

Senin, 7 September 2026 17:41 WIB
Foto: DPP PKS.
Foto: DPP PKS.

RM.id  Rakyat Merdeka - Persoalan Palestina menjadi perhatian Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam momentum 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Melalui Dialog Tujuh Benua, DPP PKS akan membahas bagaimana politik luar negeri bebas aktif Indonesia dapat diterjemahkan menjadi langkah diplomatik yang konkret untuk mendorong penghentian kekerasan, pemulihan kemanusiaan, dan kemerdekaan Palestina.

Badan Diplomasi dan Pembinaan Luar Negeri DPP PKS menggelar Dialog Tujuh Benua bertema "Diplomasi Bebas Aktif Indonesia dalam Dinamika Isu Palestina" pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 18.30–21.30 WIB.

Kegiatan tersebut digelar secara daring melalui Zoom Meeting. Dialog digelar di tengah berlanjutnya penderitaan rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza, yang dinilai membutuhkan mekanisme perdamaian yang efektif, adil, inklusif, dan berpihak pada perlindungan warga sipil.

Melalui forum tersebut, PKS akan membedah bagaimana prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia dapat terus diterjemahkan dalam langkah diplomatik untuk menghentikan kekerasan, memulihkan kondisi kemanusiaan, serta memenuhi hak kemerdekaan bangsa Palestina.

Baca juga : BAZNAS-UFGD Jajaki Kerja Sama Kemanusiaan Untuk Palestina Dan Indonesia

Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), yang ditandai dengan penandatanganan piagam oleh Presiden Republik Indonesia pada Januari 2026 dan partisipasi dalam pertemuan perdana pada Februari 2026, turut menjadi salah satu pokok pembahasan.

Peran Indonesia dalam forum tersebut akan dikaji secara kritis agar tetap selaras dengan prinsip bebas aktif, hukum internasional, solusi dua negara, kepentingan rakyat Palestina, serta amanat Pembukaan UUD 1945 untuk menghapuskan penjajahan dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia memberikan makna tersendiri bagi penyelenggaraan forum tersebut.

Kemerdekaan Indonesia tidak hanya dipandang sebagai warisan sejarah, tetapi juga amanah moral untuk membela bangsa yang masih mengalami penjajahan.

Dalam semangat Islam rahmatan lil 'alamin, keberpihakan kepada Palestina disebut sebagai ikhtiar untuk menegakkan keadilan, menjaga martabat manusia, dan menghadirkan perdamaian yang berkelanjutan.

Hadirkan Akademisi dan Ketua BKSAP DPR

Baca juga : Indonesia dan 7 Negara Kompak Tekan Israel, Dorong Sanksi Atas Permukiman E1

Dialog akan diawali dengan sambutan Ketua Badan Diplomasi dan Pembinaan Luar Negeri DPP PKS Muhammad Arfian.

Forum tersebut menghadirkan Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Syahrul Aidi Maazat sebagai narasumber.

Perspektif akademik dan analisis hubungan internasional akan disampaikan akademisi Hubungan Internasional Universitas Indonesia Shofwan Al Banna Choiruzzad.

Diskusi akan dimoderatori R. Agoeng Wibowo. Sementara Tholhah bertindak sebagai pembawa acara.

Kegiatan tersebut diikuti pengurus DPP PKS, Ketua DPW PKS se-Indonesia, PIP PKS di luar negeri, serta anggota dan simpatisan PKS dari berbagai penjuru dunia.

Baca juga : Prabowo–Putin dan Arah Baru Diplomasi Indonesia–Rusia

Dialog Tujuh Benua diarahkan untuk menganalisis relevansi dan pelaksanaan prinsip diplomasi bebas aktif Indonesia dalam dinamika global saat ini.

Selain itu, forum akan menelaah konsistensi dukungan diplomatik Indonesia bagi kemerdekaan Palestina serta memperkuat pemahaman publik dan pemangku kepentingan mengenai posisi Indonesia dan respons global terhadap perkembangan di Palestina.

Forum juga diharapkan dapat merumuskan rekomendasi kebijakan yang konkret, adaptif, dan dapat ditindaklanjuti.

Melalui Dialog Tujuh Benua, DPP PKS meneguhkan komitmen untuk terus menghadirkan ruang dialog yang berilmu, objektif, dan berorientasi pada solusi.

Forum tersebut diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar kebangsaan dan kemanusiaan sekaligus memperkuat langkah Indonesia dalam membela keadilan dan kemerdekaan Palestina.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.