Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 7 Poin Penjelasan BMKG Soal Gempa Kepulauan Seribu, Tak Berpotensi Tsunami
- Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
- Sunderland Vs Arsenal, The Gunners Siap Buru Kemenangan Keempat
- US Open 2026, Sabalenka Dihadang Rybakina
- Muenchen, MU dan Como Pesta Gol di Liga Champions 2026/27
Sebelumnya
"Peternak mendapatkan pasar, UMKM mendapatkan pekerjaan, distribusi bergerak, dan ekonomi daerah ikut tumbuh," katanya.
Sebagai Ketua Umum DPP PINSAR, Singgih mengatakan, stabilitas harga di tingkat peternak harus menjadi salah satu indikator keberhasilan ekosistem pangan MBG.
"Keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari jumlah porsi makanan yang dibagikan. Lebih dari itu, MBG harus mampu membangun ekosistem pangan yang sehat dan berkelanjutan," ujarnya.
Baca juga : OSO: Anggaran Daerah Untuk Pembangunan & Kesejahteraan
Karena itu, Singgih mendorong koordinasi antara Pemerintah, Badan Gizi Nasional, Pemerintah Daerah, pelaku usaha, koperasi, dan organisasi peternak untuk menyusun pola pengadaan yang transparan dan berkelanjutan. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar untuk MBG, seharusnya menjadi momentum memperkuat sektor peternakan nasional.
"Kalau ekosistemnya dibangun dengan benar, semua mendapatkan manfaat. Ayam dan telur diproduksi peternak rakyat, kemudian diserap untuk kebutuhan MBG, diolah UMKM atau dapur lokal, lalu dikonsumsi masyarakat," ujarnya.
Singgih berharap Pemerintah tidak melihat MBG semata sebagai program sosial, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat. Dia menegaskan, MBG harus menjadi program yang menyehatkan anak bangsa sekaligus menguatkan ekonomi peternak.
Baca juga : BRI Gaspol Ekonomi Hijau Dan Ramah Lingkungan
"Kalau program ini berkelanjutan dan rantai pasoknya melibatkan peternak rakyat, kita bisa mendapatkan dua manfaat sekaligus: memperbaiki gizi masyarakat dan menjaga keberlangsungan usaha peternak," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menginstruksikan kadernya di parlemen untuk mengawal pelaksanaan program MBG. Menurut Bahlil, MBG merupakan program mulia. Namun, implementasinya tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari tata kelola hingga keamanan pangan.
"Tugas Partai Golkar adalah mengawal untuk memberikan masukan yang kurang agar menjadi baik," kata Bahlil dalam acara Mubeslub Ormas MKGR di Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026).
Baca juga : Abu Vulkanik Susut, Jakarta Mulai Plong
Bahlil meminta kader Golkar di DPR maupun DPRD provinsi, kabupaten-kota membantu menyelesaikan berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG. "Kalau ada persoalan, segera dilakukan koreksi, dilakukan masukan dengan cara-cara dan ciri Partai Golkar," ujarnya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya