Dark/Light Mode

Hanura Gebrak Akar Rumput, Caleg Dituntut Punya Jaringan Desa

Sabtu, 26 September 2026 11:54 WIB
Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella didampingi Ketua DPD Hanura Lampung, Nazaruddin membentangkan bendera Hanura usai mengikuti Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPP Hanura se-Provinsi Lampung di Hotel Radisson, Bandar Lampung, Jumat (25/9/2026). Foto: Hanura
Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella didampingi Ketua DPD Hanura Lampung, Nazaruddin membentangkan bendera Hanura usai mengikuti Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPP Hanura se-Provinsi Lampung di Hotel Radisson, Bandar Lampung, Jumat (25/9/2026). Foto: Hanura

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella mengingatkan bakal calon legislatif dari partainya harus memiliki jaringan politik hingga level paling bawah. Menurut Rio, pencalonan tidak cukup dengan modal keinginan.

"Kalau dia nyaleg, tetapi tidak mampu memiliki ranting di desa tempat dia akan nyaleg, nggak usah mencalonkan caleg. Berarti pendukungnya tidak ada," kata Rio dalam acara Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPP Hanura se-Provinsi Lampung di Hotel Radisson, Bandar Lampung, Jumat (25/9/2026).

Makanya, tambah Rio, Tim Task Force ngebut turun ke akar rumput. Bangunkan mesin politik supaya Hanura bisa kembali merebut kejayaan seperti di kontestasi-kontestasi pemilihan sebelumnya.

"Yang kita bangun hari ini adalah mesin politik agar Hanura bangkit pada Pemilu 2029 yang akan datang," ujarnya.

Rio lantas mencontohkan bagaimana cara pimpinan partai Oesman Sapta Odang itu bisa kembali ke puncak kesuksesan. Dia bilang, struktur politik tidak cukup dengan membangun Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Harus lebih dari itu.

DPC perlu punya perwakilan hingga anak cabang. Kalau memungkinkan, bahkan harus membangun jaringan politik hingga ranting. "Mulai hari ini, 229 papan nama harus terpasang di seluruh kantor atau rumah Pimpinan Anak Cabang di Provinsi Lampung," serunya.

Baca juga : NasDem-PKB Setuju Pileg Dan Pilpres 2029 Dipisah

Kerja politik, sambung Rio, juga tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan finansial. "Anda punya segudang uang, Anda tidak bisa membangun negeri. Yang bisa membangun negeri ini jika Anda punya kekuasaan," pesan Wakil Ketua Umum Hanura itu.

Dia mencontohkan kader Hanura yang nantinya menjadi anggota legislatif maupun kepala daerah. Dengan kekuasaan, kader memiliki ruang untuk memperjuangkan berbagai program pembangunan daerah.

Setelah struktur organisasi diperkuat, Hanura akan memasuki tahapan penjaringan bakal calon legislatif (bacaleg) mulai 2027. Para kandidat juga akan mendapatkan pembekalan komunikasi politik.

"Kalau sudah jadi caleg kita, akan kita buka public speaking. Nanti akan ada sekolah untuk para caleg," sebut Rio.

Eks politisi NasDem itu menilai persiapan menghadapi Pemilu 2029 harus dilakukan jauh hari. Tidak bisa instan. Sebab, kader juga manusia biasa.

"Kita tidak memegang tongkat Nabi Musa. Kemenangan itu harus diperjuangkan dan kerja-kerja politik mesti dibangun mulai hari ini," tegasnya.

Baca juga : Hanura Gaspol, Bidik 7 Kursi DPRD di Seluruh Dapil Babel

Di kesempatan sama, Ketua DPD Hanura Lampung, Nazaruddin mengatakan, pihaknya memasang target serupa untuk mempercepat pembenahan organisasi. Selain PAC, struktur anak ranting hingga proses pencarian bacaleg ditargetkan mulai terpenuhi pada Oktober.

"Ya mudah-mudahan di bulan Oktober paling lambat, pengurus daerah kita sudah terpenuhi," pintanya.

Nazaruddin bilang, konsolidasi akan dilanjutkan dengan evaluasi secara berkala. DPD juga akan memperkuat komunikasi dengan seluruh DPC agar perkembangan organisasi di setiap daerah tetap berjalan dalam satu nafas.

"Saya sangat concern juga. Konsolidasi, evaluasi, dan sebagainya akan kita lakukan terus. Kita tidak mau ketinggalan, kita tidak mau sedikit pun lengah," tegasnya.

Dia mengakui kecepatan pembentukan struktur di setiap daerah bisa berbeda. Latar belakang dan profesi masing-masing pimpinan DPC menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses tersebut.

"Saya optimistis. Mungkin karena masing-masing Ketua DPC itu profesinya juga berbeda, memang wajar kalau yang satu lebih cepat, yang lain agak telat," nilai Nazaruddin.

Baca juga : Wacana Baru Revisi UU Pemilu: Pileg & Pilpres Digelar Terpisah

Kehadiran Tim Task Force DPP Hanura di Lampung diharapkan dapat mempercepat proses kepengurusan. Tim akan membantu melihat perkembangan struktur.

"Saya yakin setelah nanti Tim Satgas hadir atau datang ke DPD Provinsi Lampung, semuanya nanti akan bisa kita lihat hasilnya," pungkas purnawirawan polisi berpangkat AKBP itu.

Adapun dalam kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Task Force DPP Hanura, Hanurani Prajanto, Bendahara Task Force Indah Sri Rezeki serta empat anggota Task Force, Ratna Ester Lumban Tobing, Yossie Indra Pramana, Togar Mahanan Nero, dan Yosep.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.