Dark/Light Mode

Hanura Dukung Evaluasi Kinerja Para Menteri

Presiden Sudah Saatnya Bentuk Zaken Kabinet!

Kamis, 29 Oktober 2026 06:50 WIB
Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella. (Foto: Instagram/patriceriocapella)
Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella. (Foto: Instagram/patriceriocapella)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kabinet Merah Putih (KMP) sudah dua tahun. Sudah saatnya Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan kabinet untuk membentuk kabinet berbasis keahlian atau zaken kabinet.

Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella mendukung Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi terhadap kinerja para menteri dan pembantunya di Kabinet Merah Putih (KMP). Dia mengatakan, evaluasi dalam dua tahun pemerintahan sudah sangat cukup bagi Presiden untuk tetap mempertahankan atau merombak kabinetnya.

“Sudah saatnya Prabowo membentuk zaken kabinet. Jangan ragu,” kata Rio kepada di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Wakil Ketua Umum Partai Hanura itu mengatakan, dua tahun kepemimpinan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja kabinet, terutama dalam pelaksanaan program-program prioritas Pemerintah.

“Evaluasi diperlukan agar program-program prioritas Pemerintah dapat diterjemahkan dan dijalankan secara efektif oleh para menteri,” sarannya.

Baca juga : Demokrat Tegaskan Ikut Prosedur, PAW Wakil Ketua DPRD Sulteng Belum Diproses

Rio menilai, sejumlah gagasan Prabowo memiliki tujuan sosial yang besar. Dia mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan makanan yang layak.

Begitu pun, lanjut Rio, Koperasi Desa Merah Putih, diharapkan dapat membantu petani menghadapi persoalan rantai distribusi dan praktik tengkulak di daerah.

“Persoalannya, pada tingkat aplikasi, apa yang dicita-citakan dan digagas Prabowo sebagai presiden belum bisa diterjemahkan dengan baik oleh para menterinya,” ujarnya.

Karena itu, Rio meminta Prabowo bersikap tegas dalam mengevaluasi jajaran kabinet. Dia menilai, pengisian jabatan menteri tidak semestinya hanya didasarkan pada pertimbangan balas budi kepada pihak-pihak yang mendukung kemenangan dalam pemilihan presiden.

Menurutnya, kabinet harus diisi oleh figur profesional yang memiliki keahlian dan mampu memahami arah kebijakan presiden. Dengan begitu, berbagai program prioritas pemerintah dapat dilaksanakan secara lebih terukur.

Baca juga : Sambal Makassar Tembus Pasar Ekspor, Bandeng Presto Masuk Retail

“Wajah kabinet harus mulai diubah menjadi kabinet profesional agar ide-ide besar presiden bisa diwujudkan oleh para menterinya,” tegasnya.

Rio juga mendorong Prabowo mengevaluasi struktur kabinet, mulai dari tingkat menteri, wakil menteri, hingga koordinasi antarkementerian. Menurutnya, struktur yang terlalu gemuk berpotensi memperpanjang jalur koordinasi dan memperlambat pelaksanaan program.

“Koordinasi perlu dibuat lebih pendek agar kabinet tidak terlalu gemuk dan sulit bergerak,” katanya.

Dia juga menyoroti frekuensi perombakan kabinet yang telah dilakukan selama dua tahun pemerintahan Prabowo. Menurutnya, reshuffle yang berulang perlu menjadi bahan evaluasi untuk melihat keselarasan antara gagasan presiden dan pelaksanaan kebijakan oleh jajaran kabinet.

Rio menambahkan, Presiden masih memiliki waktu sekitar dua hingga tiga tahun untuk merealisasikan agenda pemerintahannya, sebelum memasuki periode politik yang semakin intensif menjelang Pemilu 2029. Perombakan kabinet dapat dilakukan pada awal 2027 agar para menteri yang baru dapat menjalankan program Pemerintah sejak awal tahun anggaran.

Baca juga : Lokasi Strategis, Waduk Melati Saatnya Bersolek

“Menurut saya, perombakan kabinet harus dilakukan pada awal 2027, sehingga APBN 2027 bisa dilaksanakan oleh menteri-menteri yang memang mampu menjalankan program presiden,” tandasnya.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan delapan kali perombakan kabinet sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 hingga Oktober 2026.

Rangkaian reshuffle tersebut dimulai pada 19 Februari 2025, dilanjutkan pada 8 September, 17 September, dan 8 Oktober 2025. Pada 2026, perombakan kembali dilakukan pada 27 April, 14 September, 1 Oktober, dan 15 Oktober.

Frekuensi perombakan tersebut menjadi bagian dari dinamika penyusunan Kabinet Merah Putih selama dua tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.