Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Catatan Dr. Dino Pati Djalal
2 Juta Diaspora Indonesia Mencari Caleg Berkualitas
Minggu, 17 Februari 2019 16:08 WIB
Sebelumnya
Walau secara ekonomi kuat, secara politis diaspora Indonesia cenderung bermasalah: mereka masih merasa asing dengan DPR. Silakan tanya diaspora: siapa calon legislatif (caleg) Anda di DPR, jarang sekali yang bisa menjawab. Sewaktu mencoblos di bilik suara, mereka umumnya tahu siapa Calon Presiden pilihannya, namun akan kebingungan melihat pilihan para Calegnya yang begitu banyak (lebih dari 100) yang tidak diketahui siapa mereka dan apa janjinya. Akibatnya, mereka mencoblos caleg-nya secara asal-asalan. Dan setelah mencoblos pun, mereka lupa siapa yang dicoblos.
Baca juga : Rini Soemarno Raih Penghargaan Menteri Peduli Pers
Kondisi ini menimbulkan demokrasi semu dan pemilu yang kurang representatif. Koneksitas antara pemilih dan yang dipilih sangat lemah. Banyak diaspora Indonesia yang merasa suara mereka hanya formalitas, bahkan tidak dianggap. Diaspora pernah menempuh upaya hukum agar mereka dapat mempunyai Dapil sendiri — terpisah dari Dapil DKI Jakarya. Namun, usulan ini ditolak oleh Mahkamah Konstitusional (MK) tahun 2013.
Baca juga : Ekspor Otomotif Indonesia Cetak Rekor Baru
Kekecewaan mereka semakin bertambah karena banyak isu diaspora yang terbengkalai. Sebagai contoh, walaupun dwi-kewarganegaraan menjadi sorotan utama di komunitas diaspora, hampir tidak ada satu pun anggota DPR yang mengusung isu ini. Sementara itu, sampai sekarang belum ada Lembaga atau Badan di Pemerintah, yang secara khusus menangani diaspora Indonesia (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia atau BNP2TKI, hanya menangani TKI).
Baca juga : Diaspora Indonesia Promosi Produk UKM Di Luar Negeri
Inilah sebabnya voting turn-out diaspora cenderung rendah. Dari seluruh pemilih diaspora, hanya 34 persen yang ikut mencoblos dalam Pemilu 2014. Kartu diaspora yang diterbitkan Pemerintah juga kurang mendapat sambutan. Sampai sekarang, hanya segelintir kecil kartu yang sudah dikeluarkan (kurang dari 1.000).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya