Dark/Light Mode

Pollycarpus Tutup Usia, Partai Berkarya Berduka

Senin, 19 Oktober 2020 07:42 WIB
Pollycarpus Budihari Prijanto. (Istimewa)
Pollycarpus Budihari Prijanto. (Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekjen Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang mengaku partainya sedang berduka atas meninggalnya Pollycarpus Budihari Prijanto, karena terindikasi Covid-19.

Baginya, Pollycarpus adalah sosok kader yang baik. “Beliau figur yang baik. Selama bergabung sebagai anggota aktif di Berkarya, sangat familiar dan bersahaja,” ujar Badaruddin kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Seperti diketahui, Pollycarpus diketahui tutup usia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta, Sabtu (17/10). Dia meninggal dunia setelah 16 hari dirawat sebagai pasien Covid-19.

Berita Terkait : Berkarya Targetkan Sepuluh Juta Suara

Sebagai tanda penghormatan, kata Badaruddin, Ketua Umum (Ketum) Partai Berkarya, Muchdi Purwoprandjono meminta mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang sebagai wujud rasa berduka.

Ketum Berkarya, menurutnya telah memberikan bendera Merah Putih untuk disematkan di peti mati, namun tidak jadi. “Karena Pak Polly meninggal akibat Covid, semua yang melekat di peti mayat nantinya ikut dimusnahkan (dibakar/ditanam). Maka bendera Merah Putih tak jadi disampaikan,” katanya.

Badarudin menyebut, terakhir bertemu dengan Pollycarpus pada Agustus 2020 lalu. Tepatnya, saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Berkarya, di Surabaya. Pollycarpus, dianggapnya bagian dari keluarga besar Partai Berkarya.

Berita Terkait : Mesin Partai Berkarya Kubu Muchdi Diklaim Jalan Terus

Selain urusan politik, dia menyebut almarhum aktif memberikan herbal melawan Covid-19. “Beliau aktif bagi-bagi obat herbal anti Covid-19. Beliau keluarga besar kami di Berkarya,” ungkapnya.

Diketahui, Pollycarpus adalah eks pilot maskapai Garuda Indonesia yang divonis 14 tahun penjara setelah dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus meninggalnya Munir pada 7 September 2004.

Setelah menjalani masa tahanan selama 8 tahun, dia dinyatakan bebas bersyarat sejak 28 November 2014. Kemudian, dinyatakan bebas murni pada 29 Agustus 2018. [BSH]