Dark/Light Mode

Soal Pemimpin Main Medsos

Gibran Bikin Senang Ganjar

Minggu, 30 Mei 2021 07:40 WIB
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming. (Foto: Istimewa)
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Apa tanggapan PDIP? Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto tidak ingin menafsirkan pernyataan Gibran. Ia lebih memilih berbicara tugas pemimpin dalam membangun rasa percaya diri rakyat untuk membawa kemajuan melalui energi positif yang dibawa seorang pemimpin.

Diakui Hasto, saat ini medsos memang penting. Namun medsos harus menjadi sarana komunikasi politik yang mencerdaskan, dan membangun optimisme. Bukan malah untuk permainan politik kekuasaan.

“Medos harus menggelorakan rasa cinta terhadap bangsa, mendorong daya kreativitas generasi muda dalam daya cipta yang membangun kemajuan peradaban,” terangnya, saat dikonfirmasi, tadi malam.

Berita Terkait : Mardani PKS: Sah-sah Saja

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai, pernyataan Gibran itu merupakan dukungan pada Ganjar. Kata dia, ‘perang dingin’ yang terjadi antara Ganjar dengan Puan, akan menjadi eskalasi pendukung keduanya.

“Statemen Gibran sebenarnya normatif, hanya saja karena didahului pernyataan Puan, ini akan menjadi polemik baru,” kata Dedi.

Menurutnya, terlalu naif melihat konflik ini sebagai realitas. Melainkan lebih kental nuansa politis, setidaknya untuk dua hal. Pertama, konflik diperlukan untuk melegitimasi jika Ganjar di kemudian hari pindah parpol. Publik akan menilai kepindahan Ganjar sebagai korban politik, padahal bisa saja sudah terencana.

Berita Terkait : Pulihkan Pariwisata, Gibran Siap Gelar Work From Solo

Kedua, Puan sebagai tokoh dianggap menjegal Ganjar ikut mendapat pulung, setidaknya popularitas putri Megawati itu ikut terkerek karena konflik.

Namun, Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari punya pandangan berbeda soal ini. Dia justru melihat pernyataan Gibran tidak bertentangan dengan Puan. Keduanya malah saling melengkapi, bahasa lainnya, Gibran sedang mengaminkan pernyataan Ketua DPR RI itu. Artinya pemimpin bukan hanya sibuk di medsos, tetapi juga harus kuat di lapangan.

“Pernyataan Mas Gibran itu justru sama persis dengan Mbak Puan, cuma beda redaksi saja. Kalo Mbak Puan mengatakan, pemimpin jangan bermedsos saja. Itu kalo kalimatnya diteruskan berarti harus kuat di lapangan juga. Sementara Mas Gibran mengatakan di lapangan penting, di medsos juga penting,” pungkasnya. [MEN]