Dark/Light Mode

Soal Pemimpin Main Medsos

Gibran Bikin Senang Ganjar

Minggu, 30 Mei 2021 07:40 WIB
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming. (Foto: Istimewa)
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming berani bersikap berbeda dengan Puan Maharani soal pemimpin main media sosial (medsos). Putra Presiden Jokowi itu malah menyarankan pemimpin harus aktif main medsos. Pernyataan Gibran ini, tentunya bikin senang Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang sempat jadi bulan-bulanan sejumlah kader banteng.

Sepekan kemarin, Ganjar bertubi-tubi mendapat serangan dari rekan separtainya sendiri. Selain tidak diundang di acara PDIP yang dihadiri Ketua DPP PDIP Puan Maharani, sejumlah ‘peluru’ panas langsung diarahkan ke Ganjar. Bahkan di acara tersebut, Puan dengan lantang menyindir pemimpin yang cuma aktif di medsos.

“Pemimpin itu ke depan adalah pemimpin yang ada di lapangan bukan di sosmed. Pemimpin yang memang dilihat teman-temannya, orang-orang yang mendukungnya. Ada di lapangan, bukan hanya di media,” kata Puan di acara yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (22/5).

Berita Terkait : Mardani PKS: Sah-sah Saja

Meskipun tidak menyebut nama, banyak yang menilai, kritikan Puan itu memang diarahkan pada Ganjar. Bahkan, Ketua Badan Pemenang Pemilu (Bappilu) PDIP, Bambang Wuriyanto dengan tegas menyebut Ganjar sengaja memanfaatkan medsos demi ambisi politiknya menjadi capres di 2024.

Sebenarnya, Ganjar sudah menjawab soal kritikan Puan tersebut. Eks Wakil Ketua Komisi II DPR ini mengaku, kenal dan aktif di medsos bukan baru-baru saja. “Saya sudah bermedsos sejak di DPR kok,” jawab Ganjar.

Di tengah panasnya internal Banteng itu, Gibran yang juga kader PDIP itu membuat peryataan yang berbeda dengan Puan. Mantan Bos Markobar ini menganggap, bermain medsos itu banyak manfaatnya di tengah situasi yang sudah serba online.

Berita Terkait : Pulihkan Pariwisata, Gibran Siap Gelar Work From Solo

“Ya di lapangan penting, sosmed ya penting. Dua-duanya harus seimbang,” cetus Gibran, kemarin.

Salah satu hal positif yang dapat diambil dari medsos adalah menampung keluhan masyarakat. Ayah Jan Ethes ini mengatakan, dari pemantauannya di medsos, akhirnya pemerintah bisa mengetahui kebijakan mana yang harus dievaluasi. Sehingga, pada akhirnya medsos bisa digunakan untuk pelayanan publik.

Untuk menampung keluhan warga, Gibran memang membuka layanan melalui medsos. Admin sosmed yang nanti menampung keluhan warga dan akan meneruskannya ke dinas terkait.

Berita Terkait : Ganjar Langsung Muji Puan Setinggi Langit

“Tim admin kalau buka sosial media itu pasti yang diutamakan keluhan warga. Banjir, drainase mampet, aspal berlubang, itu yang penting. Kalau haters, haters atau pesan-pesan yang bernada negatif nggak kita tanggapi lah,” akunya.
 Selanjutnya