Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Sebelumnya
“Kami akan terus memperjuangkan aspirasi dan harapan rakyat yang sedang susah karena pandemi. Terutama yang tidak terjangkau bantuan Pemerintah,” ujarnya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat ini menjamin, partainya akan tetap kritis kepada Pemerintah, dan menjalankan fungsi pengawasan dari luar pemerintahan.
Baca juga : China Ngajak AS Bina Pemerintahan Taliban
Politisi jebolan Universitas Indonesia (UI) ini menilai, sangat berbahaya di era pandemi ini sebuah pemerintahan tanpa pengawasan ketat yang rasional. Takutnya, ada kekeliruan dan sikap tidak berani kritik, jika langkah Pemerintah keluar dari rel kepentingan rakyat.
Misalnya, peruntukan vaksin booster Moderna. Banyak pejabat yang mendapatkannya, di tengah persentase rakyat yang mendapat vaksin pertama saja masih rendah.
Baca juga : Pemerintah RI Beri Penghargaan Kepada Awak Kapal AL Jepang
“Seharusnya, tenaga kesehatan dan kelompok rentan yang diprioritaskan, bukan pejabat. Kami akan terus bertahan, karena rakyat bersama kami, selama kami terus memperjuangkan harapan dan aspirasinya,” tutupnya.
Seperti diketahui, Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi partai ketujuh yang menyatakan bergabung menjadi koalisi partai pendukung Pemerintah. Alhasil, koalisi partai pendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin begitu gemuk di parlemen. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya